KONTAN.CO.ID - Bursa saham Korea Selatan menguat pada perdagangan Rabu (12/8/2026), memperpanjang kenaikan untuk sesi ketiga berturut-turut. Penguatan terutama ditopang lonjakan saham-saham produsen chip di tengah optimisme terhadap prospek kecerdasan buatan (AI). Melansir
Reuters, Indeks acuan KOSPI naik 219,73 poin atau 3,46% menjadi 6.565,26 pada pukul 01.55 GMT. KOSPI sekaligus menyentuh level tertinggi sejak 5 Agustus.
Baca Juga: Harga Minyak dan Emas Naik, Pasar Global Menanti Data Inflasi AS Penguatan saham teknologi Korea Selatan terjadi setelah indeks Philadelphia Semiconductor (SOX) di Wall Street naik 0,9% pada perdagangan Selasa. Sementara itu, bursa saham AS ditutup melemah pada sesi sebelumnya. Saham Amazon dan Alphabet turun karena investor semakin pesimistis terhadap peluang tercapainya kesepakatan yang dapat meredakan ketegangan di Timur Tengah. Saham Chip Melonjak Analis Kiwoom Securities Han Ji-young mengatakan aliran dana ke saham semikonduktor dan perusahaan domestik yang terkait dengan AI diperkirakan meningkat. Hal tersebut didukung kuatnya permintaan terhadap infrastruktur AI yang tercermin dari kinerja perusahaan seperti CoreWeave dan Supermicro.
Baca Juga: Dolar Taiwan Menguat Rabu (12/8), Rupiah Jadi Mata Uang Asia yang Melemah "Aliran dana ke saham semikonduktor dan saham domestik terkait AI diperkirakan membaik seiring kuatnya permintaan infrastruktur AI," kata Han. Di antara saham berkapitalisasi besar, Samsung Electronics melonjak 6,16%. Saham produsen chip lainnya, SK Hynix, juga menguat 3,86%. Saham produsen baterai LG Energy Solution naik 2,54%. Dari sektor otomotif, Hyundai Motor menguat 1,99%, sementara saham Kia Corp naik 1,86%. Saham perusahaan baja POSCO Holdings bertambah 0,15%. Sebaliknya, saham perusahaan farmasi Samsung BioLogics turun 0,81%. Dari total 910 saham yang diperdagangkan, sebanyak 468 saham menguat dan 402 saham melemah. Investor asing juga tercatat melakukan pembelian bersih saham Korea Selatan senilai 899,6 miliar won atau sekitar US$635,65 juta.
Baca Juga: Bos Konglomerat US$400 Miliar Ini Dikabarkan Segera Mundur Won Korea Melemah Tipis Di pasar valuta asing, won Korea Selatan melemah tipis terhadap dolar AS. Won berada di level 1.414,6 per dolar AS pada platform penyelesaian domestik, turun 0,11% dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di 1.413,0 per dolar AS.
Sementara itu, di pasar obligasi, kontrak futures obligasi pemerintah Korea Selatan tenor tiga tahun untuk September turun 0,02 poin menjadi 103,23.
Baca Juga: Trump Sebut Pesawat yang Ditumpanginya Berisiko Jadi Target Pembunuhan Iran Imbal hasil obligasi pemerintah Korea Selatan tenor tiga tahun yang paling aktif diperdagangkan bergerak datar di 3,802%. Imbal hasil obligasi pemerintah Korea Selatan tenor 10 tahun yang menjadi benchmark juga tidak berubah di level 4,303%.