KONTAN.CO.ID - Pasar saham Korea Selatan melonjak tajam lebih dari 5% pada perdagangan Senin (4/5/2026), mencetak rekor penutupan tertinggi sepanjang sejarah. Penguatan ini didorong reli saham semikonduktor di tengah optimisme terhadap kecerdasan buatan (AI), yang diperkuat oleh data ekonomi dan kinerja emiten teknologi di Amerika Serikat. Melansir
Reuters, Indeks acuan KOSPI ditutup naik 338,12 poin atau 5,12% ke level 6.936,99, menjadi kenaikan harian terbesar sejak 8 April.
Baca Juga: UPDATE: Harga Emas Dunia Turun Tipis ke US$4.588,71 pada Senin (4/5) Reli dipimpin oleh saham produsen chip utama seperti Samsung Electronics yang naik 5,44% dan SK Hynix yang melesat 12,52%. Keduanya mencatatkan harga penutupan tertinggi sepanjang masa. Penguatan sektor teknologi global turut menjadi katalis, setelah indeks saham AS seperti S&P 500 dan Nasdaq Composite juga mencetak rekor penutupan pada akhir pekan lalu, didukung laporan keuangan emiten teknologi yang solid. Dari sisi fundamental domestik, aktivitas manufaktur Korea Selatan tercatat tumbuh pada April dengan laju tercepat dalam lebih dari empat tahun, didorong permintaan kuat terhadap semikonduktor yang meningkatkan produksi dan pesanan baru. Selain itu, ekspor Korea Selatan juga meningkat untuk bulan ke-11 berturut-turut pada April, melampaui ekspektasi pasar berkat lonjakan penjualan chip. “Sentimen saham terkait AI terus menguat, bahkan pasar terlihat semakin berani mengambil risiko,” ujar analis Eugene Investment Securities, Huh Jae-hwan. Penguatan tidak hanya terjadi di sektor teknologi. Saham perusahaan sekuritas bahkan melonjak hingga 10,1% seiring ekspektasi peningkatan pendapatan di tengah booming pasar saham.
Baca Juga: Greg Abel Pimpin Berkshire Hathaway, Daya Tarik Tanpa Warren Buffett Mulai Memudar? Dari total 891 saham yang diperdagangkan, sebanyak 392 saham menguat, sementara 476 saham melemah. Investor asing tercatat menjadi pembeli bersih saham senilai 3 triliun won atau sekitar US$2,05 miliar. Di pasar valuta asing, won Korea menguat 1% ke level 1.462,8 per dolar AS. Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah Korea Selatan juga meningkat, dengan yield obligasi tenor tiga tahun naik 1,4 basis poin menjadi 3,604% dan tenor 10 tahun naik 7,2 basis poin ke level 3,916%.