Bursa Korea Selatan Menguat, Sentimen Didorong Rencana Pelepasan Cadangan Minyak IEA



KONTAN.CO.ID - Bursa saham Korea Selatan menguat pada Rabu (11/3/2026), setelah laporan bahwa International Energy Agency (IEA) mengusulkan pelepasan cadangan minyak terbesar dalam sejarah untuk meredam harga minyak yang melonjak akibat konflik di Timur Tengah.

Melansir Reuters, indeks acuan KOSPI naik 174,22 poin atau 3,15% menjadi 5.706,81 per pukul 01.17 GMT, setelah sebelumnya melonjak 5,3% pada Selasa.

Sementara itu, saham AS tertahan dan ditutup hampir tidak berubah karena investor menimbang menurunnya harapan bahwa perang AS-Israel dengan Iran akan segera berakhir di tengah ancaman militer yang kembali muncul. Namun, sektor chip tetap mencatatkan penguatan.


Baca Juga: Dolar Australia Sentuh Puncak Multi-Tahun, Pasar Berspekulasi Kenaikan Suku Bunga

“Meski begitu, kemungkinan harga minyak melonjak lagi dan memicu penurunan pasar saham tampaknya rendah untuk saat ini,” kata Han Ji-young, analis Kiwoom Securities.

Laporan Wall Street Journal menyebut, pelepasan cadangan IEA ini akan melampaui 182 juta barel yang dilepas negara anggota pada dua putaran tahun 2022 setelah Rusia meluncurkan invasi penuh ke Ukraina.

Menteri Keuangan Korea Selatan menyatakan, negara akan mempertimbangkan semua langkah kebijakan yang tersedia, termasuk penyusunan anggaran tambahan, untuk meminimalkan dampak domestik dari krisis Timur Tengah.

Data juga menunjukkan bahwa ekspor Korea Selatan naik 55,6% secara tahunan pada 10 hari pertama Maret, didorong oleh lonjakan penjualan chip.

Baca Juga: Drone Hantam Fasilitas Diplomatik AS di Irak, Diduga Aksi Balasan Milisi Pro-Iran

Di antara saham-saham unggulan: Samsung Electronics naik 2,45%, SK Hynix meningkat 2,99%, LG Energy Solution naik 1,77%, Hyundai Motor dan Kia masing-masing naik 3,62% dan 4,22%, POSCO Holdings naik 2,47%, Samsung BioLogics meningkat 3,27%, dan SK Inc melonjak 5,41% terkait rencana pembatalan saham.

Nilai tukar won diperdagangkan di 1.468,1 per dolar AS pada platform onshore, turun 0,04% dari penutupan Selasa di 1.467,5.

Sementara itu, imbal hasil obligasi Korea tiga tahun yang paling likuid turun 2,3 basis poin menjadi 3,259%, sedangkan imbal hasil obligasi acuan 10 tahun turun 1,6 basis poin menjadi 3,613%.