Bursa Korea Selatan Naik 1,47% Senin (21/9) Pagi, Samsung Electronics Melonjak 4%



KONTAN.CO.ID - Bursa saham Korea Selatan mengawali pekan dengan penguatan, Senin (21/9/2026), ditopang kenaikan saham perusahaan semikonduktor setelah data ekspor menunjukkan lonjakan penjualan chip.

Mengutip Reuters, indeks acuan KOSPI naik 101,16 poin atau 1,47% menjadi 6.995,39 pada pukul 01.34 GMT.

Penguatan saham chip Korea Selatan sejalan dengan kinerja saham semikonduktor di Amerika Serikat (AS). Pada perdagangan sebelumnya, Philadelphia Semiconductor Index melonjak 2,8%.


Baca Juga: Facebook dan Instagram Down, Lebih dari 22.000 Laporan Gangguan di AS

Sentimen positif juga datang dari data perdagangan Korea Selatan. Nilai ekspor dalam 20 hari pertama September mencapai rekor tertinggi, didorong lonjakan penjualan semikonduktor.

Kinerja tersebut memperkuat optimisme investor terhadap prospek industri chip Korea Selatan, yang menjadi salah satu sektor utama penggerak pasar saham negara tersebut.

Saham Samsung Electronics naik 4,02%, sedangkan SK Hynix menguat 0,92%. Kenaikan kedua produsen chip tersebut menjadi pendorong utama penguatan KOSPI.

Namun, tidak seluruh saham berkapitalisasi besar bergerak positif. Saham produsen baterai LG Energy Solution turun 2,75%.

Sementara itu, saham Hyundai Motor melemah 1,10% dan Kia Corp turun 1,64%. Saham perusahaan baja POSCO Holdings juga terkoreksi 0,77%.

Di sisi lain, saham perusahaan farmasi Samsung BioLogics naik tipis 0,14%.

Dari total 909 saham yang diperdagangkan, sebanyak 310 saham menguat dan 549 saham melemah.

Investor asing tercatat membukukan pembelian bersih saham Korea Selatan senilai 113 miliar won atau sekitar US$81,64 juta.

Baca Juga: Yen Bergejolak Senin (21/9), Pasar Waspadai Intervensi Jepang untuk Topang Mata Uang

Won Korea menguat tipis

Di pasar valuta asing, won Korea Selatan menguat tipis. Won diperdagangkan pada level 1.384,9 per dolar AS di platform penyelesaian domestik, naik 0,04% dibandingkan penutupan sebelumnya di 1.385,5 per dolar AS.

Sementara itu, pasar surat utang Korea Selatan bergerak beragam.

Kontrak berjangka obligasi pemerintah tenor tiga tahun untuk Desember turun 0,05 poin menjadi 102,24.

Imbal hasil obligasi pemerintah Korea Selatan tenor tiga tahun yang paling aktif diperdagangkan naik 1 basis poin menjadi 4,037%. Sebaliknya, imbal hasil obligasi tenor 10 tahun turun 0,5 basis poin menjadi 4,455%.

Baca Juga: Harga Minyak Brent Turun ke US$103,06 Senin (21/9) Pagi, Pasokan Saudi Jadi Sorotan

Pergerakan pasar Korea Selatan juga berlangsung setelah perdagangan Wall Street yang bergejolak pada Jumat (18/9).

Imbal hasil US Treasury acuan menembus 5%, sementara saham-saham semikonduktor justru menguat dan mendorong Philadelphia Semiconductor Index naik 2,8%.