Bursa Korea Selatan Naik 6% Rabu (22/7) Pagi, Reli Saham AI dan Chip Kembali Menguat



KONTAN.CO.ID - Bursa saham Korea Selatan melonjak lebih dari 6% pada awal perdagangan Rabu (22/7/2026), didorong reli saham-saham semikonduktor setelah investor kembali memburu emiten yang terkait dengan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) usai aksi jual tajam pekan lalu.

Melansir Reuters hingga pukul 01.25 GMT, indeks acuan Kospi naik 406,60 poin atau 6,03% ke level 7.154,55. Sementara itu, indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq menguat hampir 5%.

Baca Juga: Bursa Australia Menguat Rabu (22/7), Ditopang Saham Tambang dan Energi


Lonjakan tajam tersebut memicu aktivasi mekanisme sidecar di Bursa Korea Selatan, yang menghentikan sementara perdagangan program selama lima menit guna meredam volatilitas pasar.

Penguatan pasar mengikuti rebound bursa saham Amerika Serikat pada perdagangan sebelumnya. Indeks teknologi Nasdaq Composite ditutup menguat, sementara Philadelphia Semiconductor Index melonjak lebih dari 5%, mencatat kenaikan harian terbesar dalam lima pekan.

Pelaku pasar kini menantikan laporan keuangan sejumlah perusahaan teknologi besar, termasuk Alphabet, Intel, dan Texas Instruments, yang diperkirakan akan menjadi petunjuk mengenai prospek industri AI dan semikonduktor.

Di dalam negeri, saham SK Hynix, produsen chip memori AI terbesar di dunia, melonjak lebih dari 9%.

Sementara itu, rivalnya Samsung Electronics naik 6,6%, melanjutkan penguatan yang telah dimulai pada sesi sebelumnya.

Baca Juga: Rupiah dan Baht Jadi Mata Uang Asia dengan Pelemahan Terbesar terhadap Dolar Hari Ini

Saham produsen otomotif Hyundai Motor melesat 7,64%, sedangkan Kia Corp naik 2,97%.

Di sektor baterai kendaraan listrik, saham LG Energy Solution menguat 3,79%.

Saham produsen baja POSCO Holdings juga naik 2,5%, sedangkan saham perusahaan biofarmasi Samsung BioLogics bergerak relatif datar dibandingkan penutupan sebelumnya.

Dari total 911 saham yang diperdagangkan di Kospi, sebanyak 728 saham menguat, sementara 162 saham melemah.

Investor asing menjadi motor utama reli pasar dengan mencatatkan pembelian bersih senilai 1,75 triliun won atau sekitar US$ 1,18 miliar pada perdagangan hari itu.

Secara kumulatif, investor asing telah membukukan pembelian bersih sebesar 2,71 triliun won sepanjang sepekan hingga Selasa.

Baca Juga: Final Piala Dunia 2026 Ditonton 66,4 Juta Pemirsa di AS, Tembus Rekor Non-Super Bowl

Di pasar valuta asing, won Korea Selatan diperdagangkan di level 1.480 per dolar AS di pasar domestik, setelah sehari sebelumnya sempat menguat hingga 1.471 per dolar AS.

Sementara itu, kontrak berjangka obligasi pemerintah Korea Selatan tenor tiga tahun untuk pengiriman September turun 0,09 poin menjadi 102,79.

Imbal hasil obligasi pemerintah Korea Selatan tenor tiga tahun naik 2,8 basis poin menjadi 3,897%, sedangkan yield obligasi tenor 10 tahun juga meningkat 2,8 basis poin menjadi 4,359%.