Bursa Korea Selatan Rebound Hampir 5% Selasa (3/2), Perdagangan Dihentikan Sementara



KONTAN.CO.ID - Bursa saham Korea Selatan melonjak hampir 5% pada perdagangan Selasa (3/2/2026), memicu penghentian sementara perdagangan (trading curb), setelah reli saham teknologi di Wall Street meningkatkan minat investor terhadap aset berisiko.

Penghentian sementara jenis sidecar diaktifkan pada indeks KOSPI pada pukul 00.26 GMT, menghentikan perdagangan berbasis program selama lima menit, setelah kontrak berjangka melonjak 5%.

Baca Juga: Indeks Nikkei Jepang Melonjak 3% Selasa (3/2), Seiring Jeda Aksi Jual Logam Mulia


Melansir Reuters, Indeks acuan KOSPI naik 242,94 poin atau 4,89% ke level 5.192,61 pada pukul 01.44 GMT.

Sehari sebelumnya, indeks ini anjlok 5,3%, mencatatkan penurunan harian terbesar sejak 7 April 2025.

Sentimen pasar membaik setelah S&P 500 ditutup menguat pada Senin, didorong oleh kenaikan saham produsen chip dan perusahaan yang terkait dengan kecerdasan buatan (AI).

Wakil Menteri Keuangan Korea Selatan menyatakan bahwa pemerintah memiliki “kapasitas kebijakan yang memadai” untuk merespons berbagai ketidakpastian eksternal.

Data juga menunjukkan inflasi konsumen Korea Selatan melambat ke level terendah dalam lima bulan pada Januari, sejalan dengan ekspektasi pasar.

Baca Juga: Tesla Luncurkan Varian Baru Model Y di AS, Dibanderol US$41.990

Di antara saham-saham berkapitalisasi besar, Samsung Electronics melonjak 7,18%, sementara SK Hynix menguat 8,07%. Produsen baterai LG Energy Solution naik 1,97%.

Saham Hyundai Motor dan afiliasinya Kia Corp masing-masing naik 1,36% dan 0,53%. POSCO Holdings menguat 2,64%, sedangkan Samsung BioLogics naik 1,46%.

Dari total 926 saham yang diperdagangkan, 736 saham menguat, 160 saham melemah, dan sisanya bergerak stagnan.

Investor asing tercatat sebagai pembeli bersih saham senilai 363 miliar won atau sekitar US$250,48 juta.

Di pasar valuta asing, won Korea diperdagangkan di level 1.449,6 per dolar AS, menguat 0,13% dibandingkan penutupan sebelumnya di 1.451,5.

Baca Juga: Ibu Kota Ukraina Kyiv dan Sejumlah Kota Lain Diserang Rusia

Sementara di pasar obligasi, kontrak berjangka obligasi pemerintah Korea tenor tiga tahun untuk Maret turun 0,10 poin ke 104,82.

Imbal hasil obligasi pemerintah tenor tiga tahun naik 3,9 basis poin ke 3,186%, sedangkan yield obligasi acuan tenor 10 tahun naik 6,5 basis poin ke 3,661%.

Selanjutnya: IHSG Diproyeksi Bergerak Terbatas, Cek Rekomendasi Saham BRI Sekuritas Selasa (3/2)

Menarik Dibaca: IHSG Diproyeksi Bergerak Terbatas, Cek Rekomendasi Saham BRI Sekuritas Selasa (3/2)