KONTAN.CO.ID - Bursa saham Korea Selatan menguat tajam pada perdagangan Kamis (13/8/2026), membawa indeks acuan ke level tertinggi dalam tiga pekan. Penguatan dipimpin saham-saham produsen chip seiring kenaikan saham teknologi kecerdasan buatan (AI) dan semikonduktor di Amerika Serikat.
Baca Juga: Bursa Australia Melemah, Tekanan Bank dan Tambang Kalahkan Kenaikan Sektor Utilitas Melansir
Reuters, Indeks KOSPI naik 245,50 poin atau 3,73% menjadi 6.824,54 pada pukul 01.38 GMT. Level tersebut merupakan posisi tertinggi KOSPI sejak 24 Juli 2026. Saham produsen chip SK Hynix melonjak lebih dari 7%, sedangkan Samsung Electronics menguat lebih dari 5%. Sentimen sektor semikonduktor juga mendapat dorongan dari laporan bahwa investor milik negara Singapura, Temasek, berencana berinvestasi pada perusahaan produsen chip memori. Penguatan saham Korea Selatan turut mengikuti pergerakan positif Wall Street. Indeks S&P 500 dan Nasdaq ditutup menguat pada Rabu (12/8), didorong kinerja positif CoreWeave dan sejumlah perusahaan infrastruktur AI. Data inflasi AS yang moderat juga memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan September.
Baca Juga: Harga Emas Spot Naik ke Level Tertinggi 2 Bulan Kamis (13/8) Pagi, Ini Pemicunya Saham Otomotif dan Baterai Menguat Di antara saham berkapitalisasi besar lainnya, produsen baterai LG Energy Solution naik 1,95%. Sementara itu, saham Hyundai Motor menguat 2,93% dan Kia Corp naik 1,62%. Saham produsen baja POSCO Holdings turun tipis 0,08%, sedangkan perusahaan farmasi Samsung BioLogics naik 0,84%. Dari total 900 saham yang diperdagangkan, sebanyak 397 saham menguat dan 453 saham melemah. Investor asing tercatat sebagai pembeli bersih saham senilai 1,1 triliun won atau sekitar US$778,53 juta.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Turun Kamis (13/8) Pagi, Brent ke US$87,69 dan WTI ke US$81,97 Won Menguat Di pasar valuta asing, won Korea Selatan menguat 0,38% menjadi 1.413,1 won per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level 1.418,5 won per dolar AS. Di pasar obligasi, kontrak berjangka obligasi pemerintah Korea Selatan tenor tiga tahun untuk September naik 0,04 poin menjadi 103,35. Imbal hasil obligasi pemerintah Korea Selatan tenor tiga tahun yang paling likuid turun 0,2 basis poin menjadi 3,778%. Sementara imbal hasil obligasi tenor 10 tahun naik 0,2 basis poin menjadi 4,293%.