Bursa Korea Selatan Tembus Rekor Senin (12/1) Pagi, Saham Chip Dorong Kenaikan



KONTAN.CO.ID - Bursa saham Korea Selatan naik lebih dari 1% pada Senin (12/1/2026), menembus level tertinggi sepanjang sejarah, seiring saham produsen chip mengikuti reli saham AS pada Jumat lalu. Saham sektor otomotif dan baterai juga ikut menguat.

Melansir Reuters, Indeks acuan KOSPI menguat 56,14 poin atau 1,22% ke level 4.642,46, menandai rekor tertinggi baru, per pukul 01.44 GMT.

KOSPI pun diperkirakan memperpanjang kenaikan selama tujuh hari berturut-turut, menjadi rangkaian kenaikan terpanjang sejak pertengahan September.


Baca Juga: Pasar Tenaga Kerja Australia Mulai Melemah, Iklan Lowongan Desember Anjlok 0,5%

Reli saham chip di Korea Selatan meniru pergerakan positif di AS, di mana S&P 500 mencapai penutupan rekor pada Jumat lalu, didorong oleh kinerja Broadcom dan produsen chip lainnya.

Laporan data tenaga kerja AS yang lebih lemah dari perkiraan tidak mengubah ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve tahun ini.

Meski ekspor Korea Selatan turun 2,3% secara tahunan pada 10 hari pertama Januari, ekspor semikonduktor melonjak 45,6%.

Di antara saham-saham unggulan, Samsung Electronics naik 1,01%, sedangkan SK Hynix menguat 2,02%.

Hyundai Motor mencapai rekor tertinggi dengan kenaikan 3,01%, sementara Kia Motors turun 1,88%. Produsen baterai LG Energy Solution menanjak 3,72%.

Dari total 929 saham yang diperdagangkan, 450 menguat dan 428 melemah. Investor asing tercatat menjual bersih saham senilai 420,4 miliar won (sekitar US$287,8 juta).

Baca Juga: Malaysia Batasi Akses Grok AI Menyusul Kontroversi Konten Seksualisasi

Di pasar valuta, won Korea tercatat 1.459,7 per dolar AS di platform onshore, turun 0,05% dibanding penutupan Jumat lalu.

Pemerintah Korea Selatan juga memanggil tujuh bank lokal pekan lalu untuk memeriksa kenaikan deposito dolar AS di tengah pelemahan won.

Sementara di pasar obligasi, kontrak berjangka obligasi pemerintah tiga tahun bulan Maret naik 0,05 poin ke 105,41.

Imbal hasil obligasi tiga tahun yang paling likuid naik 1,8 basis poin menjadi 2,959%, sedangkan imbal hasil obligasi 10 tahun turun 1,4 basis poin menjadi 3,371%.

Selanjutnya: Saham Pakuwon (PWON) Melesat 23,86% di Tengah Sorotan Komentar Anak Purbaya

Menarik Dibaca: IHSG Diproyeksi Menguat, Cek Rekomendasi Saham BRI Danareksa Sekuritas Senin (12/1)