Bursa Korsel Cetak Rekor Tertinggi Kamis (12/2), Emiten Chip Ikuti Reli Wall Street



KONTAN.CO.ID - Bursa saham Korea Selatan melonjak ke rekor tertinggi pada Kamis (12/2/2026), dipimpin oleh saham-saham produsen chip yang mengikuti reli sektor semikonduktor di Amerika Serikat di tengah optimisme terhadap permintaan kecerdasan buatan (AI).

Melansir Reuters, indeks acuan KOSPI naik 104,56 poin atau 1,95% menjadi 5.459,05 pada pukul 01.26 GMT, mencetak level tertinggi sepanjang masa.

Saham raksasa teknologi Samsung Electronics melonjak 3,87% ke rekor tertinggi baru, sementara pesaingnya SK Hynix menguat 2,97%.


Baca Juga: Bursa Asia Cetak Rekor Kamis (12/2), Data Tenaga Kerja AS Dongkrak Dolar

Kenaikan ini mengikuti lonjakan 2,3% pada Philadelphia Semiconductor Index di Wall Street pada Rabu (11/2/2026).

Produsen peralatan chip Hanmi Semiconductor bahkan melesat hingga 17,9% ke level puncak, setelah pelanggan utamanya, Micron Technology, melonjak 10% di AS.

Kenaikan Micron terjadi setelah Chief Financial Officer Mark Murphy menyatakan pengiriman chip memori canggih HBM4 telah dimulai.

Di antara saham berkapitalisasi besar lainnya, produsen baterai LG Energy Solution naik 3,19%. Hyundai Motor stagnan, sementara afiliasinya Kia Corp menguat 1,30%.

Produsen baja POSCO Holdings bertambah 4,17%, sedangkan perusahaan farmasi Samsung BioLogics turun tipis 0,23%.

Dari total 926 saham yang diperdagangkan, sebanyak 528 saham menguat dan 346 saham melemah.

Investor asing tercatat sebagai pembeli bersih saham senilai 604,6 miliar won (sekitar US$417,74 juta), memberikan dukungan tambahan bagi penguatan indeks.

Baca Juga: Yen Menguat Tajam Kamis (12/2) Pagi, Dolar Tertekan Jelang Data Inflasi AS

Di pasar valuta asing, won Korea diperdagangkan di level 1.449,1 per dolar AS di platform onshore, melemah 0,14% dibanding penutupan sebelumnya di 1.447,0.

Sementara itu di pasar obligasi, kontrak berjangka obligasi pemerintah tenor tiga tahun untuk Maret turun 0,04 poin menjadi 104,90.

Imbal hasil obligasi pemerintah Korea tenor tiga tahun naik 1,5 basis poin menjadi 3,219%, sedangkan imbal hasil obligasi acuan tenor 10 tahun naik 1,8 basis poin menjadi 3,660%.

Selanjutnya: Tekanan Fiskal Kian Berat, Beban Utang Hantui APBN 2026

Menarik Dibaca: Promo Berhadiah Indomaret 5-18 Februari 2026, Beli 1 Gratis 1 Cokelat dan Pasta Gigi