Bursa Korsel Cetak Rekor Tertinggi Selasa (28/4), Saham Otomotif dan Baja Melesat



KONTAN.CO.ID - Pasar saham Korea Selatan mencetak rekor tertinggi pada perdagangan Selasa (28/4/2026), didorong oleh penguatan saham sektor otomotif dan baja, di tengah fokus investor terhadap rilis kinerja keuangan emiten.

Melansir Reuters, Indeks acuan KOSPI naik 80,04 poin atau 1,21% ke level 6.695,07 pada pukul 01.32 GMT. Posisi ini sekaligus menjadi level intraday tertinggi sepanjang sejarah.

Analis Kiwoom Securities Han Ji-young mengatakan, pasar saat ini mulai memasuki fase rotasi sektor seiring investor mencerna berbagai laporan keuangan perusahaan.


“Pasar terlihat bergerak menuju rotasi perdagangan saat investor menyerap rilis kinerja emiten,” ujarnya.

Pelaku pasar juga mencermati laporan keuangan perusahaan teknologi besar di AS untuk mendapatkan gambaran mengenai arah investasi kecerdasan buatan (AI) dan dampaknya terhadap permintaan semikonduktor.

Di dalam negeri, emiten besar seperti Samsung Electronics juga dijadwalkan merilis kinerja keuangannya.

Dari sisi makroekonomi, Korea Selatan akan merilis data perdagangan bulanan untuk April pada pekan ini.

Penguatan indeks dipimpin oleh saham otomotif, dengan Hyundai Motor melonjak 7,54% dan Kia naik 3,47%.

Di sektor baja, POSCO Holdings melesat 11,74%, sementara Hyundai Steel menguat 3,44%.

Mayoritas saham berkapitalisasi besar lainnya juga mencatat kenaikan, termasuk sektor farmasi, baterai, dan e-commerce.

Di sektor semikonduktor, Samsung Electronics naik tipis 0,22%, sementara SK Hynix menguat 2,40%, setelah sebelumnya tertekan oleh pelemahan indeks semikonduktor Philadelphia pada perdagangan sebelumnya.

Dari total 889 saham yang diperdagangkan, sebanyak 466 saham menguat dan 372 saham melemah.

Investor asing tercatat melakukan pembelian bersih saham senilai 95,4 miliar won atau sekitar US$64,74 juta.

Di pasar valuta asing, won Korea diperdagangkan di level 1.473,4 per dolar AS, menguat tipis 0,01% dibandingkan penutupan sebelumnya.

Sementara itu, di pasar obligasi, kontrak berjangka obligasi pemerintah tenor tiga tahun untuk pengiriman Juni turun 0,03 poin menjadi 103,81.

Imbal hasil obligasi pemerintah Korea tenor tiga tahun naik 1,6 basis poin menjadi 3,507%, sedangkan yield obligasi tenor 10 tahun naik 2,0 basis poin menjadi 3,842%.