Bursa Korsel Cetak Rekor Tertinggi Senin (23/2), Didukung Sektor Chip dan Otomotif



KONTAN.CO.ID - Bursa saham Korea Selatan melonjak ke rekor tertinggi pada Senin (23/2/2026), dipimpin penguatan sektor semikonduktor dan otomotif, sementara investor menanti kejelasan lebih lanjut terkait kebijakan tarif Amerika Serikat (AS).

Melansir Reuters, indeks acuan KOSPI naik 84,41 poin atau 1,45% menjadi 5.892,94 pada pukul 01.32 GMT, setelah sempat melonjak hingga 2,12% ke level tertinggi sepanjang masa.

Baca Juga: Dolar Australia dan NZ Bertahan Senin (23/2), Dolar AS Tertekan Isu Tarif


Sentimen pasar tetap dibayangi pernyataan Presiden AS Donald Trump yang pada Sabtu mengatakan akan menaikkan tarif sementara impor global dari 10% menjadi 15%, batas maksimum yang diizinkan undang-undang, setelah Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan program tarif sebelumnya.

Menteri Perindustrian Korsel Kim Jung-kwan menyatakan masih terdapat ketidakpastian terkait potensi pengembalian (refund) tarif AS pascaputusan Mahkamah Agung tersebut.

Data menunjukkan ekspor Korea Selatan melonjak 23,5% dalam 20 hari pertama bulan ini dibanding periode sama tahun lalu, memperkuat optimisme terhadap sektor eksternal.

Wakil Menteri Keuangan Lee Hyoung-il menegaskan otoritas akan memantau pasar keuangan secara ketat.

Analis Kiwoom Securities Han Ji-young mengatakan, kebijakan tarif Trump dapat meningkatkan volatilitas pasar dalam jangka pendek.

Baca Juga: Menteri Keuangan Otoritas Palestina Kunjungi Singapura dalam Lawatan Resmi Empat Hari

Saham Unggulan Menguat

Di antara saham berkapitalisasi besar, raksasa chip Samsung Electronics naik 2,79%, sementara rivalnya SK Hynix menguat 2,11%.

Produsen otomotif Hyundai Motor Company melonjak 3,93%, dan afiliasinya Kia Corporation naik 0,76%.

Namun, produsen baterai LG Energy Solution turun 0,62%, sementara perusahaan baja POSCO Holdings melemah 0,63%. Di sisi lain, perusahaan farmasi Samsung Biologics naik 0,86%.

Investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih senilai 390,4 miliar won (sekitar US$271 juta).

Baca Juga: Singapura Berpotensi Kena Tarif Baru AS 15%, Pemerintah Minta Dunia Usaha Bersiap

Won Menguat, Imbal Hasil Obligasi Turun

Mata uang won menguat 0,38% menjadi 1.441,1 per dolar AS di pasar domestik, dibandingkan penutupan sebelumnya di 1.446,6.

Imbal hasil obligasi pemerintah Korea tenor tiga tahun yang paling likuid turun 1,4 basis poin menjadi 3,135%, sementara yield obligasi acuan 10 tahun melemah 3,0 basis poin menjadi 3,544%.

Selanjutnya: Rupiah Dibuka Menguat ke Rp 16.868 Per Dolar AS Hari Ini (23/2), Mayoritas Asia Naik

Menarik Dibaca: 7 Film Misteri Orang Hilang Ini Bikin Penasaran, Penuh Plot Twist Gila