Bursa Kripto Gemini PHK 200 Karyawan dan Hentikan Operasional di Eropa-Australia



KONTAN.CO.ID - Bursa kripto Gemini Space Station mengumumkan rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap hingga 200 karyawan secara global serta menghentikan operasionalnya di Eropa dan Australia.

Melansir Reuters Kamis (5/2/2026), langkah ini merupakan bagian dari strategi efisiensi dan penajaman fokus bisnis perusahaan.

Gemini, bursa kripto yang didirikan oleh Cameron dan Tyler Winklevoss menyatakan akan memangkas sekitar seperempat dari total tenaga kerjanya.


Baca Juga: Lagarde Tekan Pemimpin Uni Eropa, ECB Siapkan Checklist Reformasi Ekonomi

PHK tersebut akan berdampak pada karyawan di Eropa, Amerika Serikat, dan Singapura.

Selain melakukan pengurangan karyawan, Gemini juga menyetujui rencana untuk menutup operasi di Inggris, Uni Eropa, sejumlah yurisdiksi Eropa lainnya, serta Australia.

Ke depan, perusahaan hanya akan beroperasi di dua pasar utama, yakni Amerika Serikat dan Singapura.

Manajemen Gemini menargetkan proses PHK dan penutupan operasional tersebut dapat diselesaikan secara substansial pada paruh pertama 2026, dengan tetap mengikuti ketentuan hukum dan proses konsultasi ketenagakerjaan di masing-masing negara.

Perusahaan memperkirakan akan menanggung biaya restrukturisasi dan biaya terkait lainnya sekitar US$ 11 juta sebelum pajak.

Baca Juga: Kutipan: Gubernur Bank of England Buka Peluang Penurunan Suku Bunga Usai Voting Ketat

Biaya tersebut sebagian besar berupa kas, yang mencakup pesangon, pembayaran masa pemberitahuan, tunjangan karyawan, biaya keluar fasilitas, penghentian kontrak, serta biaya profesional. Sebagian besar beban tersebut diperkirakan akan dicatat pada kuartal I-2026.

Langkah efisiensi ini dilakukan di tengah gelombang PHK yang meluas di berbagai perusahaan Amerika Serikat sejak awal tahun, seiring upaya korporasi menekan biaya dan meningkatkan fokus operasional.

Saham Gemini yang berbasis di New York tercatat turun sekitar 6% pada perdagangan awal.

Hingga penutupan perdagangan Rabu (4/2/2026), saham perusahaan tersebut telah anjlok sekitar 73,8% dibandingkan harga penawaran umum perdana (IPO) sebesar US$ 28 pada September lalu.

Baca Juga: Klaim Pengangguran AS Naik ke 231.000, Cuaca Ekstrem Jadi Faktor

Cameron dan Tyler Winklevoss dikenal luas setelah memenangkan gugatan terhadap Facebook dan CEO-nya Mark Zuckerberg.

Keduanya kemudian dijuluki “Bitcoin Twins” setelah menginvestasikan sebagian dana hasil penyelesaian gugatan tersebut ke aset kripto dan menjadi salah satu miliarder kripto pertama di dunia.

Selanjutnya: Lagarde Tekan Pemimpin Uni Eropa, ECB Siapkan Checklist Reformasi Ekonomi

Menarik Dibaca: Net Worth vs Gaji: Kenapa Orang Kaya Fokus Kekayaan Bersih, Bukan Penghasilan?