KONTAN.CO.ID - LONDON. Bursa saham London mengawali perdagangan pekan ini dengan penguatan, Senin (21/9/2026), setelah harga minyak dunia melemah di tengah meningkatnya harapan terhadap kemajuan diplomasi di Timur Tengah. Kondisi tersebut turut mendorong kembali minat investor terhadap aset berisiko secara global. Indeks saham unggulan FTSE 100 naik 0,73% menjadi 10.737,66 poin pada pukul 09.32 GMT, setelah pada perdagangan sebelumnya terkoreksi hampir 1,5%. Sementara itu, indeks saham berkapitalisasi menengah FTSE 250 menguat 0,69%. Sektor perbankan menjadi salah satu penopang utama kenaikan bursa London. Saham HSBC meningkat 1,6%, Barclays naik 2,3%, sedangkan Standard Chartered menguat 2,1%.
Selain perbankan, saham perusahaan pertambangan industri juga mencatat penguatan. Indeks sektor tersebut naik 1,8% seiring harga tembaga yang bergerak lebih tinggi karena investor optimistis terhadap ketahanan permintaan dari China. Saham Antofagasta dan Anglo American masing-masing melonjak sekitar 3,4%.
Baca Juga: Trump Lebih Lunak Hadapi China Jelang Bertemu Xi, Ada Pengaruh Rare Earth Di sisi lain, harga minyak mentah turun ke level terendah dalam lebih dari sepekan. Penurunan tersebut terjadi di tengah harapan adanya kemajuan diplomatik terkait perang Amerika Serikat (AS) dan Iran dalam pertemuan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang berlangsung pekan ini. Pelemahan harga minyak turut menekan saham perusahaan minyak besar Inggris. Saham BP dan Shell masing-masing terkoreksi hampir 1%. Namun, harga minyak yang lebih rendah memberikan sentimen positif bagi perusahaan yang berkaitan dengan sektor perjalanan. Saham operator maskapai penerbangan IAG menguat lebih dari 1%. Sementara itu, saham perusahaan pengembang perumahan Barratt Redrow turun 2,1% setelah perusahaan pialang Peel Hunt menurunkan rekomendasi saham tersebut menjadi "hold" dari sebelumnya "add". Saham perusahaan investasi bidang kesehatan Syncona justru melonjak 5,7%. Penguatan terjadi setelah perusahaan portofolionya, Beacon Therapeutics, menyampaikan bahwa uji klinis fase II/III VISTA untuk terapi gen laru-zova telah memenuhi titik akhir utama yang didukung oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA). Sebaliknya, saham Craneware anjlok 23% setelah perusahaan perangkat lunak keuangan untuk sektor kesehatan tersebut memangkas proyeksi pendapatan setahun penuh.
Baca Juga: Partai Berkuasa Memenangkan Pemilu Parlemen Rusia Fokus Investor ke Pertemuan Trump dan Xi Jinping
Perhatian investor selanjutnya tertuju pada pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping yang dijadwalkan berlangsung pekan ini. Investor akan mencermati perkembangan hubungan perdagangan kedua negara serta petunjuk mengenai prospek ekonomi global.
Direktur investasi AJ Bell Russ Mould mengatakan terdapat harapan hubungan antara dua negara dengan perekonomian terbesar di dunia tersebut dapat membaik. "Harapan akan membaiknya hubungan antara dua perekonomian terbesar di dunia meningkat setelah Menteri Keuangan AS Scott Bessent menggambarkan pembicaraan akhir pekan dengan pejabat China sebagai pembicaraan yang berhasil," ujar Mould. Di pasar valuta asing, poundsterling melemah 0,1%. Pergerakan tersebut terjadi sepekan setelah Bank of England mempertahankan suku bunga acuannya tidak berubah. Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah Inggris menurun setelah mengalami kenaikan pada pekan sebelumnya.