KONTAN.CO.ID - LONDON. Bursa saham London ditutup melemah pada perdagangan Senin (7/9/2026). Kenaikan harga minyak dan menguatnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Federal Reserve (The Fed) menekan sentimen investor. Mengutip
Reuters, indeks FTSE 100 turun tipis 0,1% ke level 10.822,13. Indeks saham berkapitalisasi menengah FTSE 250 juga melemah 0,3%. Harga minyak mentah bergerak di sekitar level tertinggi dalam enam pekan.
Ketegangan di kawasan Timur Tengah, termasuk aksi saling serang Amerika Serikat (AS) dan Iran terhadap kapal yang melintas di Selat Hormuz serta wilayah lainnya, membuat arus pasokan minyak tetap terbatas.
Baca Juga: Harga Saham Ini Naik 23% Sebulan, Analis Rekomendasi Beli, Proyeksi Kinerja Meningkat Kenaikan harga minyak berpotensi mendorong inflasi global. Kondisi tersebut kembali memicu spekulasi bahwa bank sentral di berbagai negara akan mempertahankan atau menaikkan suku bunga untuk meredam tekanan harga. Ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed juga menguat setelah data ketenagakerjaan AS yang dirilis Jumat menunjukkan kondisi pasar tenaga kerja yang lebih kuat dari perkiraan. Pelaku pasar kini memperhitungkan kemungkinan The Fed menaikkan suku bunga pada bulan ini. Sebagian besar sektor di FTSE 100 berakhir di zona merah. Saham sektor personal care, obat-obatan, kebutuhan pokok, dan minuman menjadi penekan utama, masing-masing turun sekitar 0,9% dan 1,3%. Namun, pelemahan indeks tertahan oleh penguatan saham energi. Saham BP dan Shell masing-masing naik sekitar 1% seiring kenaikan harga minyak.
Baca Juga: TPIA Pastikan Operasional Tetap Aman di Tengah Aktivitas Gunung Anak Krakatau Investor juga akan mencermati sejumlah data ekonomi penting pekan ini, termasuk data inflasi AS dan pertumbuhan ekonomi Inggris. Data tersebut dinilai dapat memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan moneter serta ketahanan ekonomi kedua negara. Pada perdagangan pekan lalu, FTSE 100 relatif tidak banyak berubah. Sementara itu, FTSE 250 mencatat penurunan mingguan terbesar sejak awal Juni akibat kenaikan imbal hasil obligasi yang menekan aset berisiko. Dari sisi emiten, saham Standard Life naik 2% setelah perusahaan asuransi tersebut membukukan laba semester pertama yang melampaui ekspektasi. Saham Ashmore, manajer aset yang berfokus pada pasar negara berkembang, juga menguat 1% setelah mencatat kenaikan laba tahunan 17%, meski hasilnya sedikit di bawah perkiraan analis.
Baca Juga: United Tractors (UNTR) Prediksi Kinerja Pulih Bertahap, Cek Rekomendasi Sahamnya Sementara itu, saham Spire Healthcare melonjak sekitar 3% setelah perusahaan menyepakati rencana akuisisi oleh konsorsium yang terdiri atas dana kelolaan Toscafund, Three Hills, dan Ares. Transaksi tersebut menilai modal saham Spire Healthcare sekitar £1,026 miliar atau sekitar US$1,39 miliar. Aktivitas perdagangan di bursa Inggris tercatat jauh di bawah rata-rata satu bulan karena pasar AS libur pada Senin. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News