JAKARTA. Transaksi repurchase agreement (repo) memang menggiurkan, tapi sekaligus bisa jadi bumerang. Semenjak bursa longsor hebat, risiko repo makin meningkat. Karenanya, Danareksa Sekuritas kini pilih mengerem repo ke pihak lain. Andy Purwohardono, Direktur Utama Danareksa Sekuritas, bilang tahun lalu, perusahaannya ikut merepokan saham, sekaligus menerima repo (reverse repo) dari sekuritas lain. Objek repo berupa saham Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Surat Utang Negara (SUN), dan saham emiten Grup Bakrie. "Per September 2008, total nilai repo milik Danareksa mencapai Rp 800 miliar," katanya, kemarin.
Bursa Longsor, Risiko Repo Meningkat
JAKARTA. Transaksi repurchase agreement (repo) memang menggiurkan, tapi sekaligus bisa jadi bumerang. Semenjak bursa longsor hebat, risiko repo makin meningkat. Karenanya, Danareksa Sekuritas kini pilih mengerem repo ke pihak lain. Andy Purwohardono, Direktur Utama Danareksa Sekuritas, bilang tahun lalu, perusahaannya ikut merepokan saham, sekaligus menerima repo (reverse repo) dari sekuritas lain. Objek repo berupa saham Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Surat Utang Negara (SUN), dan saham emiten Grup Bakrie. "Per September 2008, total nilai repo milik Danareksa mencapai Rp 800 miliar," katanya, kemarin.