BEIJING. Hari ini, bursa saham di Asia melesat. Itu artinya, semakin banyak saja dana yang masuk ke emerging market. Hal ini yang kemudian membuat mata uang di kawasan regional mengalami penguatan. Perkasanya mata uang Asia kali ini dipimpin oleh won milik Korea Selatan dan dolar Taiwan. Jika dilihat, sudah tiga hari ini won Korea mengalami penguatan. Hal ini memperbesar terjadinya rebound dari level terendah dalam 11 tahun terakhir. Sementara, dolar Taiwan juga mengalami penguatan seiring dengan melejitnya indeks acuan MSCI Asia Pacific. “Mata uang emerging market di Asia dan beberapa negara lainnya mengalami rebound. Mayoritas berita negatif datang dari luar regional, yakni dari Buffet dan World Bank yang sangat pesimis terhadap perekonomian global. Oleh karenanya, saat ini para investor melihat saatnya membeli aset-aset yang berisiko dalam perdagangan jangka pendek,” papar Dariusz Kowalczyk, Currency Strategist SJS Markets Ltd di Hongkong.
Bursa Melesat, Mata Uang Asia Menguat
BEIJING. Hari ini, bursa saham di Asia melesat. Itu artinya, semakin banyak saja dana yang masuk ke emerging market. Hal ini yang kemudian membuat mata uang di kawasan regional mengalami penguatan. Perkasanya mata uang Asia kali ini dipimpin oleh won milik Korea Selatan dan dolar Taiwan. Jika dilihat, sudah tiga hari ini won Korea mengalami penguatan. Hal ini memperbesar terjadinya rebound dari level terendah dalam 11 tahun terakhir. Sementara, dolar Taiwan juga mengalami penguatan seiring dengan melejitnya indeks acuan MSCI Asia Pacific. “Mata uang emerging market di Asia dan beberapa negara lainnya mengalami rebound. Mayoritas berita negatif datang dari luar regional, yakni dari Buffet dan World Bank yang sangat pesimis terhadap perekonomian global. Oleh karenanya, saat ini para investor melihat saatnya membeli aset-aset yang berisiko dalam perdagangan jangka pendek,” papar Dariusz Kowalczyk, Currency Strategist SJS Markets Ltd di Hongkong.