JAKARTA. Tenaga Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) rupanya belum cukup kuat untuk keluar dari zona merah. Di awal pekan ini, indeks kembali melemah 1,03% menjadi 3.748,76. Dus, selama sepekan terakhir indeks melemah tanpa jeda. Kondisi ini seakan membuka ingatan tentang apa yang terjadi di kuartal ketiga 2008. Bursa rontok terinfeksi kepanikan di pasar global, akibat kebangkrutan Lehman Brothers. Tapi memang, situasi yang terjadi kini belum separah tiga tahun lalu. "Saya melihatnya sebagai profit taking bukan panic selling," kata Irwan Ariston, pengamat pasar modal, Senin (13/6).
Bursa rebah menanti nasib stimulus AS
JAKARTA. Tenaga Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) rupanya belum cukup kuat untuk keluar dari zona merah. Di awal pekan ini, indeks kembali melemah 1,03% menjadi 3.748,76. Dus, selama sepekan terakhir indeks melemah tanpa jeda. Kondisi ini seakan membuka ingatan tentang apa yang terjadi di kuartal ketiga 2008. Bursa rontok terinfeksi kepanikan di pasar global, akibat kebangkrutan Lehman Brothers. Tapi memang, situasi yang terjadi kini belum separah tiga tahun lalu. "Saya melihatnya sebagai profit taking bukan panic selling," kata Irwan Ariston, pengamat pasar modal, Senin (13/6).