KONTAN.CO.ID - Bursa saham Australia melemah pada perdagangan Kamis (27/8/2026), tertekan penurunan saham pertambangan dan barang kebutuhan pokok. Kekhawatiran terhadap potensi kenaikan suku bunga Reserve Bank of Australia (RBA) juga membebani sentimen investor.
Baca Juga: UOB Terbitkan Dua Obligasi Berdenominasi Euro Senilai US$1,17 Miliar Mengutip
Reuters, indeks S&P/ASX 200 turun 0,6% menjadi 9.074,90 pada pukul 00.59 GMT. Pada perdagangan sebelumnya, indeks acuan tersebut telah melemah 0,4%. Ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga RBA meningkat tajam setelah data inflasi Australia menunjukkan tekanan harga yang lebih tinggi dari perkiraan. Peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan RBA September kini mencapai 47%, naik dari hanya 16% sebelum data inflasi dirilis. Dari kelompok bank besar Australia, tiga dari empat bank utama kini memperkirakan RBA akan menaikkan suku bunga tahun ini. National Australia Bank bahkan memproyeksikan kenaikan 25 basis poin pada September, sementara Westpac memperkirakan suku bunga akan tetap ditahan hingga akhir tahun. Kekhawatiran kenaikan suku bunga turut menekan saham sektor keuangan yang sensitif terhadap suku bunga. Indeks sektor keuangan turun 0,4%, sedangkan sektor properti melemah 1,4%. Pergerakan saham empat bank besar Australia bervariasi.
Baca Juga: Nvidia Dikabarkan Sepakat Akuisisi Hugging Face, Rogoh Kocek US$ 12,9 Miliar Saham Tambang Tertekan Saham-saham emas menjadi salah satu sektor dengan penurunan terbesar, yakni 1,8%, seiring berlanjutnya pelemahan harga emas. Saham Evolution Mining turun 3,2%. Indeks sektor pertambangan secara keseluruhan melemah 1,1%. Saham perusahaan tambang besar seperti BHP Group turun 1,1%, sementara Rio Tinto melemah 0,4%. Sektor barang kebutuhan pokok atau
consumer staples juga turun hingga 1,7%. Penurunan tersebut terutama dipengaruhi saham Wesfarmers yang melemah hingga 2,5% ke level terendah dalam lebih dari dua bulan. Wesfarmers sebelumnya memperingatkan adanya tekanan belanja konsumen akibat kondisi anggaran rumah tangga yang semakin ketat. Hal tersebut mengalahkan sentimen positif dari laba tahunan perusahaan yang lebih baik dari perkiraan. Saham Woolworths juga turun 1,9%, setelah sebelumnya menguat pada perdagangan sebelumnya.
Baca Juga: Laba Industri China Tumbuh 17,6% hingga Juli 2026 Saham Kesehatan Menguat
Berbeda dengan mayoritas sektor, saham kesehatan naik 0,3%, dipimpin oleh Ramsay Health Care yang melonjak 15,6%. Penguatan saham Ramsay terjadi setelah perusahaan membukukan laba bersih setelah pajak (NPAT) yang disesuaikan untuk setahun penuh di atas ekspektasi pasar. Saham Ramsay bahkan menyentuh level tertinggi dalam dua tahun. Sementara itu, saham Qantas Airways menguat hingga 3% setelah maskapai tersebut memberikan proyeksi pendapatan yang optimistis. Di Selandia Baru, indeks S&P/NZX 50 turut melemah 0,4% menjadi 13.963,47.