Bursa Saham Eropa Tembus ke Rekor Tertinggi di Perdagangan Perdana Tahun 2026



KONTAN.CO.ID - BERLIN. Bursa saham Eropa tampil perkasa dengan naik ke rekor tertinggi baru dalam sesi perdagangan pertama di tahun 2026. Hal ini melanjutkan kinerja gemilang di tahun sebelumnya dengan saham-saham sektor pertahanan memimpin kenaikan tersebut.

Jumat (2/1/2025) pukul 17.00 WIB, indeks STOXX 600 pan-Eropa naik 0,6% menjadi 596,94, mendekati tonggak penting simbolis ke level 600 saat investor kembali dari perayaan Tahun Baru. Indeks tersebut siap untuk mencatat kenaikan mingguan ketiga berturut-turut.

Indeks acuan Eropa mengakhiri tahun 2025 dengan kinerja terbaiknya sejak 2021 berkat penurunan suku bunga, stimulus fiskal Jerman, dan rotasi saham-saham teknologi AS dengan valuasi tinggi.


Saham-saham berhasil melewati tahun yang penuh gejolak tarif, pulih dari titik terendah tahunan pada bulan April ketika Presiden AS Donald Trump memberlakukan tarif menyeluruh pada mitra dagang, yang menyebabkan pasar global bergejolak.

Baca Juga: Harga Emas Menguat di Awal Tahun 2026, Usai Cetak Kinerja Luar Biasa di 2025

Pada hari Jumat, indeks FTSE 100 London berhasil mencapai level simbolis terbaru ke atas 10.000 untuk pertama kalinya.

"Pendorong utamanya adalah kita telah melihat harga komoditas terus meningkat, dan ini adalah sektor yang sangat diminati oleh klien kami dan menunjukkan prospek yang sangat menjanjikan untuk tahun mendatang," kata Nick Saunders, CEO platform perdagangan Webull UK.

"Dari sudut pandang logis, tonggak sejarah 10.000 poin tidak penting, tetapi secara psikologis penting, karena yang kita lihat adalah investor ingin menanamkan uang ke pasar tanpa takut akan valuasi rekor."

Bursa di seluruh wilayah sebagian besar mengalami kenaikan, meskipun volume perdagangan tetap tipis. Pasar di Swiss ditutup pada hari itu dan akan melanjutkan perdagangan mulai minggu depan.

Di dalam indeks STOXX 600, saham sektor pertahanan mencatatkan kenaikan terbesar, naik 2,4%. Dengan saham sektor perbankan juga memberikan dukungan, naik 0,8%.

Di sisi lain, saham sektor sumber daya dasar naik 1,5%, sementara indeks energi naik 1,4%, mengikuti penguatan harga logam mulia dan minyak mentah pada hari itu.

Baca Juga: Harga Minyak Mentah Sedikit Menguat Usai Cetak Koreksi Tahunan Terbesar Sejak 2020

Sebaliknya, saham sektor properti mengalami penurunan terbesar, turun 0,6%.

Dalam pergerakan lainnya, saham Orsted naik 4,4% setelah pengembang pembangkit listrik tenaga angin lepas pantai Denmark tersebut menyatakan akan menentang penangguhan sewa proyek Revolution Wind senilai $5 miliar oleh pemerintah AS.

Dari segi data, aktivitas pabrik zona Eropa semakin menyusut ke wilayah kontraksi pada bulan Desember karena produksi menurun untuk pertama kalinya dalam 10 bulan. 

Selanjutnya: ESDM: Pemangkasan Produksi Nikel Tahun 2026 Disesuaikan dengan Kebutuhan Produksi

Menarik Dibaca: Inspirasi Menata Garasi Rumah biar Lebih Rapi, Fungsional dan Mudah Dirawat