Bursa Saham Korea Selatan Cetak Rekor Rabu (7/1), Didongkrak Reli Chip dan Otomotif



KONTAN.CO.ID - Indeks saham Korea Selatan mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah pada Rabu (7/1/2026), melanjutkan penguatan untuk sesi keempat berturut-turut.

Reli ini ditopang lonjakan saham emiten semikonduktor seiring optimisme kecerdasan buatan (AI), serta penguatan tajam saham otomotif yang dipimpin Hyundai Motor.

Melansir Reuters, Indeks acuan KOSPI naik 34,26 poin atau 0,76% ke level 4.559,74 pada pukul 01.53 GMT, sekaligus menjadi posisi tertinggi sepanjang masa.


Baca Juga: Won Korea Selatan dan Baht Melemah Tipis di Tengah Pergerakan Datar Mata Uang Asia

Saham Samsung Electronics menguat 2,16% dan SK Hynix melonjak 3,72%, dengan keduanya menyentuh rekor tertinggi baru.

Penguatan ini mengikuti reli saham chip Amerika Serikat, setelah Philadelphia Semiconductor Index naik 2,8% dan mencetak rekor, didorong lonjakan Micron Technology sebesar 10%.

Samsung Electronics dijadwalkan merilis laporan keuangan kuartal IV pada Kamis (8/1), yang menjadi perhatian utama investor.

Dari sektor otomotif, Hyundai Motor melesat 11,69% ke rekor tertinggi, setelah laporan media menyebutkan Executive Chair Hyundai, Euisun Chung, bertemu CEO Nvidia Jensen Huang dalam sebuah pameran teknologi di Amerika Serikat. Saham Kia Corp, afiliasi Hyundai, turut menguat 4,33%.

Meski indeks menguat, pergerakan saham terbilang tidak merata. Dari 928 saham yang diperdagangkan, sebanyak 173 saham naik, sementara 731 saham turun.

Baca Juga: Akuisisi AI Meta Senilai US$2 Miliar Masuk Radar Otoritas China

Investor asing tercatat sebagai pembeli bersih dengan nilai transaksi mencapai 830 miliar won atau sekitar US$572,65 juta.

Di pasar valuta asing, won Korea melemah 0,14% ke level 1.449,2 per dolar AS, dibanding penutupan sebelumnya di 1.447,1.

Sementara di pasar obligasi, kontrak berjangka obligasi pemerintah tenor tiga tahun naik 0,10 poin ke 105,43.

Imbal hasil obligasi pemerintah Korea Selatan tenor tiga tahun turun 2,2 basis poin menjadi 2,921%, sedangkan yield obligasi acuan tenor 10 tahun turun 2,8 basis poin ke 3,368%.

Selanjutnya: Terus Meroket, Simak Harga Emas Antam Hari Ini Rabu 7 Januari 2026

Menarik Dibaca: Terus Meroket, Simak Harga Emas Antam Hari Ini Rabu 7 Januari 2026