Bursa Saham Korea Selatan Melonjak 1,53%, Ditopang Prospek Perusahaan Chip dan AI



KONTAN.CO.ID - SEOUL. Bursa saham Korea Selatan menguat tajam pada perdagangan Kamis (27/8/2026), ditopang lonjakan saham perusahaan semikonduktor setelah Nvidia memberikan proyeksi pertumbuhan pendapatan yang kuat. 

Penguatan pasar terjadi meski Bank of Korea (BoK) kembali menaikkan suku bunga.

Indeks acuan KOSPI ditutup naik 104,16 poin atau 1,53% ke level 6.912,37. Kenaikan ini menjadi penguatan selama tiga hari perdagangan berturut-turut.


Baca Juga: Bursa Saham Korea Selatan Anjlok 6% Kamis (2/7), Sektor Chip Jadi Biang Kerok

Sentimen positif terutama datang dari sektor chip setelah Nvidia memproyeksikan pendapatan tahun fiskal berikutnya melonjak 70%. 

Proyeksi tersebut memperkuat keyakinan investor bahwa permintaan terhadap komputasi berbasis kecerdasan buatan (AI) masih sangat kuat.

Analis Daishin Securities Lee Kyoung-min mengatakan prospek Nvidia memperkuat sentimen investor terhadap sektor chip dengan menegaskan masih besarnya investasi dan potensi pertumbuhan AI.

Di sisi lain, investor tetap mencermati keputusan BoK yang menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin.

Kenaikan tersebut menjadi yang kedua secara beruntun, di tengah inflasi yang masih berada di atas target dan risiko terhadap stabilitas keuangan. 

Baca Juga: Bursa Korea Selatan Catat Rekor Tertinggi Sepanjang Masa, Didukung Reli Saham Chip

BoK juga menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Korea Selatan tahun ini menjadi 3,3%, dari perkiraan sebelumnya sebesar 2,6% pada Juli 2026.

Penguatan saham chip tercermin pada kinerja sejumlah emiten besar. Samsung Electronics naik 1,72%, sedangkan SK Hynix menguat 2,49%. Saham produsen baterai LG Energy Solution bahkan melonjak 5,56%.

Sementara itu, saham otomotif justru tertekan. Hyundai Motor turun 2,45% dan Kia Corp terkoreksi 4,03%. Saham POSCO Holdings naik 3,51%, sedangkan Samsung Biologics turun tipis 0,31%.

Dari 906 saham yang diperdagangkan, sebanyak 317 saham menguat dan 539 saham melemah.

Investor asing mencatatkan pembelian bersih saham senilai 142,2 miliar won atau sekitar US$102,97 juta.

Baca Juga: Saham Teknologi Jatuh, Indeks KOSPI Korea Selatan Anjlok Hampir 9% Pagi Ini

Di pasar valuta, won Korea menguat 0,39% menjadi 1.380,9 won per dolar AS dari posisi sebelumnya 1.386,3 won per dolar AS.

Penguatan juga terlihat di pasar obligasi. Imbal hasil obligasi pemerintah Korea Selatan tenor tiga tahun turun 4,4 basis poin menjadi 3,773%, sementara imbal hasil tenor 10 tahun turun 0,8 basis poin menjadi 4,264%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News