KONTAN.CO.ID - Mayoritas pasar saham di kawasan Teluk ditutup melemah pada perdagangan hari Minggu (7/6/2026). Penurunan ini dipicu oleh eskalasi konflik terbaru yang kembali mengaburkan berbagai upaya diplomatik untuk mengakhiri perang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Militer AS menyatakan bahwa pasukannya telah menggempur sejumlah instalasi radar pesisir pantai milik Iran pada hari Sabtu.
Langkah tersebut diambil setelah AS berhasil mencegat gelombang serangan pesawat nirawak (drone) yang diluncurkan oleh Iran menuju kawasan strategis Selat Hormuz.
Baca Juga: Prospek dan Rekomendasi Saham Emiten Ritel di Tengah Kehadiran Kopdes Merah Putih Pergerakan Bursa Saham Arab Saudi dan Komoditas Indeks acuan Arab Saudi mencatatkan penurunan sebesar 0,6%. Pelemahan bursa Riyadh ini utamanya disebabkan oleh merosotnya saham Saudi Arabian Mining Company sebesar 3,1% serta penurunan saham raksasa minyak dunia, Saudi Aramco, sebesar 0,6%. Di pasar komoditas pada hari Jumat lalu, harga minyak mentah berjangka jenis Brent sebenarnya sempat ditutup melemah 2% di level $93,09 per barel. Penurunan harga minyak saat itu terjadi karena para pelaku pasar sempat optimistis bahwa risiko konflik baru antara AS dan Iran akan mereda, sebelum akhirnya situasi kembali memanas di akhir pekan. Sementara itu, saham Kingdom Holding Company ikut merosot 3% dan memperpanjang tren kerugiannya. Saham perusahaan investasi ini sebelumnya sempat melonjak tajam didorong oleh antusiasme pasar terhadap kepemilikan saham mereka di SpaceX milik Elon Musk yang direncanakan akan segera melantai di bursa (listing).
Baca Juga: Simak Prospek Kinerja Emiten yang Banyak Diborong Asing Kala IHSG Amblas Dampak Serangan Rudal di Kuwait, Qatar, dan Bahrain Sentimen negatif akibat kontak senjata di akhir pekan juga menjalar ke bursa-bursa tetangga: Qatar: Indeks bursa Qatar melemah 0,3%, di mana saham Qatar National Bank selaku lembaga pemberi pinjaman terbesar di kawasan Teluk merosot 1,2%. Kuwait: Indeks saham Kuwait tergelincir 0,5%. Militer Kuwait mengonfirmasi bahwa pada hari Sabtu mereka sempat menghalau tujuh rudal balistik yang melesat di atas kawasan pemukiman warga. Serangan tersebut menimbulkan kerusakan material namun tidak memakan korban jiwa. Bahrain: Berbeda dari tetangganya, indeks Bahrain berhasil naik tipis 0,1%. Kendati demikian, situasi di negara tersebut sempat tegang setelah sirene udara berbunyi keras dan warga diimbau untuk segera mencari shelter perlindungan. Pemerintah Kuwait dan Bahrain mengutuk keras serangan udara Iran tersebut.
Di luar kawasan Teluk, indeks saham unggulan (blue-chip) Mesir juga ikut merasakan hantaman sentimen geopolitik ini dengan mencatatkan pelemahan sebesar 0,9%.
Baca Juga: Respons Fenomena Sell Indonesia, Analis Ingatkan Turunnya Kepercayaan Investor Rangkuman Penutupan Indeks Saham Regional (7 Juni 2026):
- Arab Saudi: Turun 0,6% ke level 10.929
- Qatar: Melemah 0,3% ke level 10.305
- Mesir: Anjlok 0,9% ke level 52.165
- Oman: Merosot 1,9% ke level 7.519
- Kuwait: Berkurang 0,5% ke level 9.181
- Bahrain: Naik 0,1% ke level 1.983
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News