MARIKANA. Sekitar tiga perempat dari jumlah pekerja di tambang platinum milik Lonmin di Afrika Selatan menolak untuk kembali bekerja. Mereka tetap mogok meskipun perusahaan asal Inggris itu memberi ultimatum akan memecat siapapun dari 3.000 orang yang tidak mau bekerja sampai hari Selasa. Pekan lalu, 44 pekerja tambang tewas ditembak polisi yang menjaga tambang itu. Jurubicara Lonmin berkata kepada Reuters, “Tingkat kehadiran mulai muncul perlahan dan sekarang sudah mencapai 27%. Tapi masih belum jelas apakah buruh –buruh yang mogok bakal kembali.” Akibat pemogokan ini, produksi bijih platinum Lonmin terhenti. Produsen platinum terbesar ketiga dunia itu berkata tak punya cukup pekerja untuk memproduksi bijih.
Buruh Lonmin: Lebih baik mati daripada mundur
MARIKANA. Sekitar tiga perempat dari jumlah pekerja di tambang platinum milik Lonmin di Afrika Selatan menolak untuk kembali bekerja. Mereka tetap mogok meskipun perusahaan asal Inggris itu memberi ultimatum akan memecat siapapun dari 3.000 orang yang tidak mau bekerja sampai hari Selasa. Pekan lalu, 44 pekerja tambang tewas ditembak polisi yang menjaga tambang itu. Jurubicara Lonmin berkata kepada Reuters, “Tingkat kehadiran mulai muncul perlahan dan sekarang sudah mencapai 27%. Tapi masih belum jelas apakah buruh –buruh yang mogok bakal kembali.” Akibat pemogokan ini, produksi bijih platinum Lonmin terhenti. Produsen platinum terbesar ketiga dunia itu berkata tak punya cukup pekerja untuk memproduksi bijih.