JAKARTA - Anggota Dewan Pengupahan DKI Jakarta Sarman Simanjorang mengungkapkan Komponen Hidup Layak (KHL) yang diminta para buruh semakin banyak. Pada awalnya pengusaha sudah membatasi 60 KHL, namun buruh meminta 84 KHL. Sarman memaparkan, salah satu KHL yang diminta adalah biaya pijat. Alasannya, para buruh merasa pegal setelah bekerja seharian. "Sekarang mereka pegal-pegal, butuh tukang pijat," ujar Sarman, di Hotel JS Luwansa, Jumat (24/10).
Buruh minta biaya pijit masuk komponen hidup layak
JAKARTA - Anggota Dewan Pengupahan DKI Jakarta Sarman Simanjorang mengungkapkan Komponen Hidup Layak (KHL) yang diminta para buruh semakin banyak. Pada awalnya pengusaha sudah membatasi 60 KHL, namun buruh meminta 84 KHL. Sarman memaparkan, salah satu KHL yang diminta adalah biaya pijat. Alasannya, para buruh merasa pegal setelah bekerja seharian. "Sekarang mereka pegal-pegal, butuh tukang pijat," ujar Sarman, di Hotel JS Luwansa, Jumat (24/10).