Buruh tolak operasional pabrik 100%, ini alasannya



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menolak rencana operasional pabrik 100%. Penolakan itu dilakukan karena penyebaran virus corona (Covid-19) masih tetap tinggi meski sudah mulai melandai.

Presiden KSPI Said Iqbal menambahkan, saat ini belum seluruhnya pegawai mendapatkan vaksin Covid-19. Hal tersebut dianggap sebagai kendala utama operasional pabrik 100%.

"Harus diperiksa apakah perusahaan yang tetap berjalan 100% sudah terjadi herd immunity atau belum. Karena perusahaan padat karya yang berorientasi ekspor seperti tekstil, garmen, dan sepatu banyak buruhnya yang belum divaksin," ujar Said dalam siaran pers yang diterima Kontan.co.id, Selasa (24/8).


Selain itu, Said menegaskan, perlindungan buruh yang tertular Covid-19. Buruh yang melakukan isolasi mandiri akibat Covid-19 harus mendapatkan vitamin dan obat-obatan gratis yang disediakan melalui jaringan klinik dan rumah sakit BPJS Kesehatan.

Baca Juga: KSPI sebut ada 50.000 buruh terkena PHK sejak awal 2021

"Sehingga mereka bisa cepat pulih ketika terpapar Covid," kata dia.

Said bilang, penularan Covid-19 di perusahaan turun dari 10% menjadi 5%. Selain itu angka kematian pun ikut mengalami perbaikan dari rata-rata 10-20 pekerja meninggal dalam 2 minggu menjadi 2-4 orang.

Meski begitu, Said menegaskan bahwa saat ini Covid-19 masih ada. Oleh karena itu, upaya pencegahan penularan Covid-19 harus terus dilakukan termasuk pemberian vaksin.

Sebagai informasi, berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19 terdapat 58,46 juta orang telah mendapat vaksinasi dosis pertama. Sedangkan target vaksinasi Indonesia sebanyak 208,26 juta orang.

Selanjutnya: Pengusaha ramai-ramai tolak klausul pajak karbon dalam RUU KUP

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Anna Suci Perwitasari