Butuh Likuiditas, Vale jual bisnis logam ke publik



RIO DE JANERIO. Vale S.A. harus memeras otak lebih keras demi menjaga arus kas perusahaan. Penurunan harga nikel, menyebabkan dana tunai milik produsen nikel terbesar di dunia tersebut kian tergerus.

Demi menghindari kondisi keuangan yang bisa kian memburuk, Vale berencana mendivestasi saham pada unit usahanya di bidang logam. Luciano Siani, Chief Financial Officer (CFO) Vale S.A. menghitung, valuasi seluruh saham unit logam milik Vale bernilai antara US$ 30 miliar–US$ 35 miliar.

Nilai penawaran umum saham perdana alias initial public offering (IPO) unit usaha Vale terlihat cukup menggiurkan. Namun manajemen Vale mengaku tidak mau gegabah lantaran penurunan tren harga komoditas tentu akan menyebabkan investor meminta diskon atas harga IPO.


"Kami akan menjual saham tersebut jika pasar bersedia membeli dengan harga yang wajar," tutur Murilo Ferreira, Chief Executive Officer (CEO) Vale seperti diberitakan Bloomberg, Rabu (3/12).

Manajemen Vale mengaku melontarkan wacana IPO anak perusahaan agar lebih siap, sekaligus melihat reaksi pasar. Siani menegaskan tidak akan membuang kesempatan, jika pasar merespon positif rencana aksi itu.

Perlu dicatat, tahun depan Vale hanya menganggarkan belanja modal atau capital expenditure sebesar US$ 10 10,2 miliar, terendah sejak tahun 2009. Besaran belanja modal tersebut juga turun 26% dari capex tahun 2014.

Carlos De Alba, analis Morgan Stanley menyatakan bahwa rencana IPO anak usaha Vale akan membantu posisi arus kas perusahaan. "Penurunan tajam pada harga komoditas menyebabkan tekanan yang besar bagi arus kas perusahaan," kata Alba.

Perlu diketahui, bisnis logam Vale pada tahun 2012 telah memberikan kontribusi atas laba sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi (EBITDA) senilai US$ 600 juta. Seiring pertumbuhan produksi, manajemen Vale memprediksi tahun 2015 kontribusi bisnis ini bisa tumbuh menjadi US$ 4 miliar hingga US$ 6 miliar.

Hingga sembilan bulan pertama di tahun 2014, produksi nikel Vale naik menjadi 201.400 metrik ton. Vale membidik angka produksi 303.000 metrik ton pada tahun 2015. Namun sayang, harga saham Vale sudah terjungkal 43% sejak awal tahun.

Editor: Hendra Gunawan