Butuh Modal, Saham JARR dan PGUN Milik Pengendali Haji Isam Digadai ke Bank Mandiri



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dua entitas perusahaan Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam menggadaikan saham. Dua saham perusahaan yang sahamnya digadaikan adalah  PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) dan PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN). Perusahaan menyebut, gadai saham tersebut sebagai jaminan penerimaan kredit dari  PT Bank Mandiri Tbk (BMRI).

Melansir keterbukaan informasi pada Rabu (7/10/2026), Direktur Utama JARR Indra Irawan mengatakan, perusahaan telah menjaminkan saham dimiliki oleh PT Eshan Agro Sentosa selaku pengendali. Jumlah saham yang digadaikan sebanyak 7,997 miliar saham atau seluruh kepemilikan dari pengendali. 

Dalam rilis terpisah, PGUN juga melakukan hal yang sama. Terdapat tiga pemegang saham yang menggadaikan sahamnya kepada Bank Mandiri. Mereka diantaranya adalah PT Araya Agro Lestari, PT Baramega Citra Mulia Persada, dan PT Citra Agro Raya.


Baca Juga: Investor Kripto Wajib Cermati Empat Sentimen Ini pada Kuartal IV-2026

Di mana, PT Araya Agro Lestari menggadaikan 2,21 miliar saham PGUN dan PT Baramega Citra Mulia Persada menjaminkan 900 juta saham. Adapun PT Citra Agro Raya menggadaikan sekitar 2,19 miliar 

Dus, total saham PGUN yang dijaminkan oleh ketiga pemegang saham tersebut mencapai sekitar 5,30 miliar saham. Jika digabungkan dengan saham JARR, jumlahnya mencapai sekitar 13,30 miliar saham.

Dengan demikian, total saham pengendali JARR dan PGUN yang dijaminkan kepada Bank Mandiri mencapai sekitar 10,2 miliar saham. Transaksi gadai saham tersebut dilakukan pada 30 September 2026.

Indra menjelaskan aksi gadai saham tersebut tidak mengubah pengendalian atas JARR, di mana PT Eshan Agro Sentosa tetap menjadi pengendali perusahaan setelah transaksi tersebut.

“Gadai saham tersebut merupakan bagian dari pengikatan jaminan atas fasilitas kredit yang diperoleh JARR dari Bank Mandiri melalui afiliasinya,” jelasnya dalam keterbukaan informasi, Rabu (7/10/2026). 

Indra menegaskan gadai saham tersebut tidak menyebabkan dilusi kepemilikan maupun perubahan jumlah modal ditempatkan dan modal disetor. Dia juga memastikan transaksi telah melalui prosedur yang wajar.

Baca Juga: CPO Topang Pertumbuhan Bea Keluar September 2026, Ini Respon Cisadane Sawit (CSRA)

Direktur Pradiksi Gunatama Tamlikho juga memastikan PT Araya Agro Lestari akan tetap menjadi pengendali yang merupakan bagian dari kelompok terorganisasi PGUN. 

“Selain itu, transaksi gadai saham tersebut tidak menyebabkan dilusi kepemilikan saham dan tidak mengubah jumlah modal ditempatkan maupun modal disetor PGUN,” tulisnya dalam keterbukaan informasi secara terpisah. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News