KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Aksi buyback saham yang mulai digencarkan sejumlah emiten di tengah volatilitas Indeks Harga Saham Gabungan (
IHSG) dinilai menjadi sinyal kepercayaan manajemen terhadap valuasi saham yang sudah tertekan. Salah satu emiten yang mulai melakukan buyback adalah PT Rukun Raharja Tbk (
RAJA) dengan alokasi dana hingga Rp250 miliar. Analis Fundamental BRI Danareksa Sekuritas Abida Massi Armand menilai buyback saham di tengah tekanan pasar umumnya efektif sebagai sinyal bahwa harga saham berada di bawah nilai intrinsiknya.
“Untuk RAJA, buyback berpotensi menahan downside volatilitas jangka pendek, terutama setelah saham sempat mengalami tekanan ekstrem. Namun dampak jangka panjangnya tetap bergantung pada fundamental dan kinerja operasional perusahaan,” ujar Abida kepada Kontan, Kamis (29/1/2026).
Baca Juga: Rupiah Melemah ke Rp 16.784 per Dolar AS di Siang Ini (29/1) Menurutnya, buyback lebih berperan sebagai penopang valuasi ketimbang pemicu reli harga yang agresif, terutama ketika volatilitas pasar dipicu oleh faktor eksternal dan sentimen makro. “Buyback bisa menjadi katalis positif karena mengurangi free float sehingga meningkatkan EPS dan ROE secara mekanis, sekaligus memperbaiki persepsi pasar terhadap kualitas manajemen. Namun dalam kondisi pasar seperti sekarang, efek utamanya lebih ke valuation support,” jelasnya. Abida menilai, nilai buyback RAJA sebesar Rp 250 miliar cukup material dibandingkan kapitalisasi pasar perusahaan dan berpotensi menciptakan batas bawah harga saham dalam jangka pendek. “Prospek RAJA ke depan tetap ditentukan oleh stabilitas kontrak gas, arus kas operasional, serta ekspansi infrastruktur energi. Jika fundamental solid, buyback bisa mempercepat proses re-rating saham,” tambahnya. Selain RAJA, Abida mencermati sejumlah emiten besar yang juga melakukan atau berpotensi melakukan buyback saham, terutama dari sektor perbankan. “Beberapa yang menarik dicermati antara lain
BBCA dan
BMRI, khususnya emiten dengan kas kuat,
leverage rendah, dan valuasi yang sudah di bawah rerata historis,” ujarnya.
Di tengah tren buyback ini, Abida merekomendasikan saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan target harga Rp10.800, didukung kualitas aset yang solid, rasio dana murah yang tinggi, serta tingkat profitabilitas struktural yang unggul. Sementara untuk RAJA, ia melihat saham ini lebih cocok sebagai strategi
trading buy on weakness dengan potensi
rebound teknikal pasca buyback.
“Untuk investasi jangka menengah, investor sebaiknya menunggu konfirmasi perbaikan kinerja operasional dan stabilitas sektor energi,” tutup Abida.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News