Buyung Poetra Sembada (HOKI) gelontorkan capex sekitar Rp 100 miliar tahun ini



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Buyung Poetra Sembada Tbk masih aktif melakukan ekspansi pada tahun ini. Buktinya, emiten beras berkode saham HOKI tersebut telah menyerap dana sebanyak Rp 94 miliar dari total belanja modal atau capital expenditure (capex) sekitar Rp 100 miliar yang dianggarkan untuk tahun ini.

Direktur PT Buyung Poetra Sembada Tbk, Budiman Susilo menjelaskan, serapan capex di tiga bulan pertama digunakan untuk mendanai sejumlah agenda seperti misalnya penambahan mesin pengering di pabrik Subang, pembelian mesin-mesin untuk pembangunan pabrik baru di Sumatera Selatan, hingga untuk menyelesaikan pembangkit listrik berbahan kulit padi dan membeli mesin untuk membuat pellet dari kulit padi.

“Sumber pendanaan dari kas internal dan juga pinjaman bank,” terang Budiman kepada Kontan.co.id, Minggu (8/11).


Budiman mengakui, kinerja perusahaan memang tidak kebal dari sengatan pandemi corona (covid-19). Hal ini tercermin dari kinerja top line dan bottom line perusahaan di sembilan bulan pertama tahun ini. Maklumlah, pertokoan di pasar tradisional maupun pasar modern yang selama ini menjadi sasaran penjualan produk beras perusahaan belum beroperasi maksimal hingga kuartal III 2020.

Mengutip laporan keuangan perusahaan, HOKI mencatatkan penurunan penjualan sebesar 23,59% yoy menjadi Rp 936,57 miliar sepanjang  pada Januari-September 2020. Sebelumnya, realisasi penjualan HOKI mencapai Rp 1,22 triliun pada periode sama tahun lalu. 

Baca Juga: Buyung Poetra (HOKI) harap bisa rampungkan pabrik anyar di Sumsel kuartal III-2021

Penjualan yang turun turut menekan kinerja laba laba neto yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk alias laba bersih perusahaan. Tercatat, laba bersih HOKI turun 62,46% yoy dari semula Rp 76,16 miliar pada Januari-September tahun lalu menjadi Rp 28,59 miliar pada Januari-September tahun ini.

Meski begitu, HOKI melihat bahwa prospek bisnis bisa kembali membaik mulai dari pertengahan tahun 2021 hingga periode-periode berikutnya. Optimisme ini berdasar pada agenda distribusi vaksin covid-19 oleh pemerintah. “Hal ini yang mendasari kami terus melakukan investasi di tahun ini,” kata Budiman.

Per 30 September 2020 lalu, total aset HOKI tercatat sebesar Rp 886,96 miliar. Angka tersebut terdiri atas ekuitas sebesar Rp 643,98 miliar dan liabilitas sebesar Rp 242,97 miliar.

Sementara itu, kas dan bank pada akhir tahun HOKI tercatat sebesar Rp 4,99 miliar per 30 September 2020. Angka tersebut turun 84,96% dibanding kas dan bank pada awal tahun perusahaan yang mencapai Rp 33,25 miliar.

Selanjutnya: Belum Kebal dari Pandemi, Emiten Barang Konsumen Mencatatkan Penurunan Kinerja

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .