Bybit Rampungkan Akuisisi NOBI, Perluas Layanan Kripto di Indonesia



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa aset kripto global Bybit resmi memperluas bisnisnya ke Indonesia melalui peluncuran Bybit Indonesia. Ekspansi ini dilakukan setelah perusahaan mengakuisisi mayoritas saham PT Enkripsi Teknologi Handal, operator platform kripto NOBI, sehingga kini beroperasi sebagai entitas lokal yang berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi Bybit untuk memperluas bisnis di pasar yang memiliki regulasi aset digital, dengan mengedepankan kepatuhan terhadap aturan setempat.

CEO Bybit Indonesia Lawrence Samantha mengatakan akuisisi tersebut memungkinkan perusahaan menggabungkan kapabilitas global Bybit dengan pengalaman tim lokal yang telah memahami karakteristik pasar Indonesia.


"Akuisisi ini memungkinkan kami memadukan kapabilitas global Bybit dengan tim lokal yang berpengalaman serta memahami pasar dan lanskap regulasi di Indonesia. Fokus kami adalah operasional yang disiplin, komunikasi yang jelas, serta transisi yang terencana bagi pengguna NOBI," ujar Lawrence dalam keterangan resmi, Rabu (15/7/2026).

Pada tahap awal operasionalnya, Bybit Indonesia akan menghadirkan lebih dari 500 pasangan (pairs) aset kripto untuk diperdagangkan. Platform tersebut juga akan mengadopsi likuiditas tingkat institusional, sistem pengawasan pasar, serta manajemen risiko yang disesuaikan dengan ketentuan regulator di Indonesia dan standar global perusahaan. Produk lainnya akan diperkenalkan secara bertahap sesuai persetujuan regulator.

Baca Juga: Ancaman Siber Bergeser ke Pengguna, Kerugian Akibat Penipuan Kian Membengkak

Bybit Indonesia akan dipimpin oleh manajemen lokal yang sebelumnya berasal dari NOBI. Lawrence Samantha ditunjuk sebagai Chief Executive Officer (CEO), Dionisius Evan sebagai Chief Operating Officer (COO), dan Steven Gotama sebagai Chief Marketing Officer (CMO). Tim tersebut akan bertanggung jawab atas operasional harian, kepatuhan terhadap regulasi, hingga koordinasi dengan regulator dan pelaku industri.

Co-founder sekaligus CEO Bybit Ben Zhou menilai Indonesia merupakan salah satu pasar strategis bagi pertumbuhan industri aset digital. Namun, menurutnya, pertumbuhan tersebut harus dibangun melalui kepatuhan terhadap regulasi dan perlindungan konsumen.

"Indonesia merepresentasikan peluang yang signifikan bagi industri aset digital, namun pertumbuhan yang berkelanjutan hanya dapat terwujud melalui penyelarasan regulasi dan operasional yang bertanggung jawab. Bybit Indonesia mencerminkan komitmen kami untuk berkolaborasi dengan otoritas lokal serta membangun platform yang mengutamakan perlindungan pengguna, transparansi, dan integritas pasar," kata Ben Zhou.

Selain memperluas layanan perdagangan aset digital, Bybit juga akan memperkuat program edukasi melalui Bybit Learnuntuk meningkatkan literasi aset digital di Indonesia. Program tersebut ditujukan untuk mendorong pemahaman masyarakat mengenai investasi aset kripto secara bertanggung jawab.

Bybit merupakan salah satu bursa kripto terbesar di dunia berdasarkan volume perdagangan dengan lebih dari 80 juta pengguna secara global. Di Indonesia, perusahaan kini beroperasi melalui PT Enkripsi Teknologi Handal sebagai entitas yang telah berlisensi dan berada di bawah pengawasan OJK.

Baca Juga: Asia Tenggara Jadi Fokus Pengembangan Inovasi Keuangan Berbasis Blockchain

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: