BYD Gaspol di Eropa, Produksi Truk Listrik Berat Mulai Tahun Depan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Produsen kendaraan listrik asal China, BYD, memperluas strategi bisnisnya di pasar Eropa dengan menyiapkan peluncuran truk listrik berat pertamanya pada tahun depan. Perusahaan juga berencana memproduksi kendaraan niaga tersebut secara lokal di Eropa dalam jangka panjang.

Rencana tersebut disampaikan Wakil Presiden Eksekutif sekaligus Kepala Bisnis Internasional BYD, Stella Li, dalam pameran otomotif IAA di Hannover, Jerman, Senin (14/9/2026).

"Untuk jangka panjang, kami akan memproduksi secara lokal di sini semua produk yang kami jual di Eropa," kata Stella Li.


Selain menghadirkan truk listrik berat, BYD juga ingin menawarkan paket layanan yang lebih lengkap kepada operator armada. Paket tersebut mencakup pembiayaan, infrastruktur pengisian daya bertenaga surya, jaringan bengkel, hingga layanan bantuan di jalan yang didukung oleh unit layanan bergerak.

Strategi tersebut menjadi bagian dari upaya BYD memperkuat posisi di pasar kendaraan listrik Eropa, khususnya segmen kendaraan komersial.

Baca Juga: Miliarder Afrika Aliko Dangote IPO Kilang Minyak, Target Dana US$2,1 Miliar

Hindari Tarif Impor

Produksi truk secara lokal di Eropa juga berpotensi membantu BYD mengurangi dampak tarif impor terhadap kendaraan asal China.

Sejumlah produsen kendaraan Eropa, termasuk merek MAN milik Traton, sebelumnya telah mendorong Uni Eropa untuk menerapkan tarif terhadap truk listrik asal China. Kebijakan tersebut serupa dengan tarif yang telah diberlakukan terhadap kendaraan listrik penumpang buatan China.

"Kami tidak menyukai tarif ini karena tarif tersebut tidak menguntungkan siapa pun, tetapi kami harus menghadapinya," ujar Li.

Menurut dia, tarif pada dasarnya hanya memberikan tekanan dalam jangka pendek. Dampaknya dapat dikurangi setelah BYD meningkatkan kapasitas produksi kendaraan secara lokal di Eropa.

Langkah produksi lokal sekaligus dapat menjadi strategi BYD untuk mendekatkan rantai pasoknya dengan pasar Eropa dan mengurangi ketergantungan terhadap pengiriman kendaraan dari China.

Baca Juga: Akibat Konflik Timur Tengah, Biaya Tambahan Transaksi Minyak Naik Tinggi

Perluas Produksi Mobil Listrik di Eropa

Tidak hanya kendaraan niaga, BYD juga tengah meningkatkan jejak manufakturnya untuk kendaraan penumpang di Eropa.

Perusahaan saat ini membangun pabrik kendaraan listrik di Szeged, Hungaria. Produksi massal di fasilitas tersebut dijadwalkan dimulai pada tahun depan.

BYD melihat peningkatan produksi lokal sebagai langkah penting untuk memperkuat penerimaan perusahaan di pasar Eropa sekaligus menghadapi berbagai hambatan perdagangan.

"Begitu semua produk yang diproduksi secara lokal berpindah ke sana, semuanya akan baik-baik saja. Kami menjadi perusahaan Eropa," kata Li.

Dengan pembangunan fasilitas produksi di Hungaria dan rencana produksi truk listrik berat secara lokal, BYD secara bertahap mengubah strategi ekspansinya di Eropa dari sekadar mengekspor kendaraan menjadi membangun basis produksi dan layanan di kawasan tersebut.