BYD Resmikan Pabrik di Subang, Investasi Rp 11,7 Triliun dan Kapasitas 150.000 Unit



KONTAN.CO.ID - SUBANG. PT BYD Motor Indonesia resmi mengoperasikan fasilitas produksi kendaraan listrik di Subang Smartpolitan Industrial Park, Kabupaten Subang, Jawa Barat, dengan kapasitas produksi mencapai 150.000 unit kendaraan per tahun.

Pabrik yang dikelola PT BYD Auto Indonesia tersebut diresmikan pada Kamis (3/9/2026). Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyebut, pabrik BYD ini menandai masuknya salah satu produsen kendaraan listrik terbesar dunia ke dalam rantai produksi otomotif nasional.

Menurut Agus, berdirinya fasilitas produksi BYD merupakan hasil dari proses panjang diplomasi pemerintah dalam menarik investasi industri kendaraan listrik ke Indonesia.


Baca Juga: Keterbatasan Pagu Anggaran Jadi Tantangan Program 3 Juta Rumah pada 2027

"Realisasi investasi hingga berdirinya fasilitas produksi BYD di Indonesia ini merupakan hasil dari proses yang sangat panjang, diplomasi pemerintah yang dikawal oleh Pak Luhut ketika beliau menjabat sebagai Menko Marves," ujar Agus dalam sambutannya.

Ia menilai kehadiran pabrik BYD juga sejalan dengan komitmen Indonesia dalam mendukung transisi energi bersih dan menekan emisi karbon sesuai kesepakatan internasional melalui Paris Agreement.

Di sisi lain, investasi tersebut turut memperkuat agenda hilirisasi industri nasional, khususnya dalam membangun ekosistem kendaraan listrik dari sisi produksi di dalam negeri.

Vice President BYD Co., Ltd. Liu Xueliang mengatakan, pembangunan pabrik BYD di Subang ini menjadi usahanya memperkuat bisnis kendaraan listrik di Indonesia.

Pabrik BYD tersebut berdiri di atas lahan sekitar 126 hektare. Saat ini, pabrik BYD Subang telah mempekerjakan lebih dari 5.000 tenaga kerja Indonesia.

"Tenaga kerja di Indonesia 5.000 orang lebih, staf Indonesia sangat rajin dan tekun dalam melakukan pekerjaan," kata Liu.

Menurut Liu, kapasitas produksi pabrik BYD Subang saat ini telah mencapai level maksimal. Ke depan, fasilitas tersebut ditargetkan mampu menyerap hingga 20.000 pekerja Indonesia.

Tak hanya memiliki kapasitas besar, pabrik BYD Subang juga dibangun dengan kemampuan produksi terpadu. Proses produksi mencakup stamping, welding, painting, hingga assembly.

Baca Juga: Ban Pesawat Garuda Bermasalah, Ini Faktor yang Bisa Jadi Penyebab

"Ini tidak hanya penting bagi kami, tapi juga pemerintah Indonesia karena mendukung transformasi kendaraan," ujarnya.

Pada tahap awal operasional, pabrik BYD Subang memproduksi kendaraan plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) BYD M6 DM. Namun, fasilitas tersebut disiapkan untuk memproduksi berbagai model BYD lainnya.

Sejumlah model yang ditampilkan dalam acara peresmian antara lain BYD Atto 1, Atto 3, Seal, Dolphin, dan Sealion 7.

Untuk membangun fasilitas produksi tersebut, BYD menggelontorkan investasi sekitar Rp 11,7 triliun. Kehadiran pabrik ini diharapkan memperkuat posisi Indonesia sebagai basis produksi kendaraan listrik di kawasan Asia Tenggara.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News