BYD Sebut Konflik Timur Tengah Perkuat Tren Elektrifikasi Global



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Memanasnya konflik di kawasan Timur Tengah yang memicu kenaikan harga minyak dunia dinilai semakin menegaskan pentingnya percepatan transisi menuju energi yang lebih bersih, termasuk kendaraan listrik.

Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao, mengatakan perusahaannya sejak lama mendorong ekosistem energi hijau yang terintegrasi sebagai solusi jangka panjang terhadap ketergantungan energi fosil.

“BYD menginisiasi tiga mimpi hijau sejak 2008, yaitu panel solar, sistem penyimpanan energi, serta kendaraan elektrik,” ujarnya di Jakarta, Selasa (10/3/2026).


Baca Juga: Mobil Listrik Makin Laris: BYD Rilis 2 SUV Baru, Apa Saja Kelebihannya?

Menurut Eagle, kombinasi teknologi tersebut diyakini dapat menghadirkan sistem energi yang lebih berkelanjutan bagi masyarakat.

“Kami percaya dengan ekosistem seperti ini, kami bisa memberikan kehidupan yang lebih hijau kepada masyarakat. Dan juga dengan menggunakan teknologi yang lebih jauh, yang sekarang adalah elektrik,” jelasnya.

Ia menambahkan, dalam satu dekade terakhir perkembangan teknologi elektrifikasi kendaraan mengalami percepatan secara global, tidak hanya di Indonesia.

“Kalau kita lihat dalam masa 10 tahun, perubahan dan juga perkembangan dari elektrifikasi ini semakin cepat dan juga semakin berkembang, tidak hanya di Indonesia, tapi juga secara global,” katanya.

Baca Juga: BYD Kenalkan Blade Battery Generasi Kedua, Isi Daya 10%–70% Hanya 5 Menit

Di pasar domestik, tren adopsi kendaraan listrik juga mulai terlihat meningkat. Eagle menyebut pertumbuhan kendaraan listrik di Indonesia sudah menunjukkan perkembangan positif.

“Kalau kita lihat angka tadi yang disampaikan di awal, ada 15% secara Indonesia peningkatannya, lalu kemudian di Jakarta sendiri sudah mencapai 25% penaikannya,” ujarnya.

Dengan tren tersebut, BYD optimistis permintaan kendaraan listrik akan terus bertumbuh seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap energi yang lebih bersih.

“Dan ini juga kami optimis, ini juga akan terus meningkat,” kata Eagle.

Terkait kemungkinan pengembangan model plug-in hybrid electric vehicle (PHEV), Eagle menyatakan saat ini produk yang dipasarkan perusahaan di Indonesia masih berfokus pada kendaraan listrik penuh.

“M6 saat ini masih EV. Kami hanya berpikir, kami tidak memiliki terlalu banyak informasi untuk berkomentar,” ujarnya.

Baca Juga: BYD Klaim Kuasai 57% Pangsa Pasar Mobil Listrik Nasional

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: