KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT BYD Motor Indonesia menargetkan pembangunan 100 fasilitas pengisian daya ultra cepat atau
Flash Charging di Indonesia hingga akhir 2026. Ekspansi infrastruktur ini menjadi bagian dari strategi perusahaan memperkuat ekosistem kendaraan listrik, seiring pengembangan basis produksi lokal di Subang, Jawa Barat. Presiden Direktur BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao, mengatakan fasilitas Flash Charging akan ditempatkan di berbagai lokasi, mulai dari diler hingga titik pengisian daya publik. Perusahaan juga berencana memperluas jaringan pengisian daya tersebut ke area istirahat jalan tol untuk mendukung perjalanan jarak jauh pengguna kendaraan listrik. “Flash Charging BYD ini menunjukkan komitmen kami terhadap pembangunan infrastruktur kendaraan listrik di Indonesia. Kami ingin memiliki ekosistem yang lengkap, selain pabrik kami di Subang, distribusi, juga infrastruktur untuk mendukung,” ujar Eagle dalam peluncuran teknologi Flash Charging di Jakarta, Rabu (14/10/2026).
Baca Juga: BYD Perkenalkan Flash Charging Cukup 9 Menit Full, Danza New D9 dan Z9 GT Menurut Eagle, jaringan Flash Charging tidak hanya diperuntukkan bagi kendaraan listrik BYD dan merek premiumnya, Danza, tetapi juga terbuka untuk kendaraan listrik merek lain. Namun, kecepatan pengisian daya akan menyesuaikan kemampuan teknis masing-masing kendaraan. “Karena ini merupakan infrastruktur berskala besar dan mencakup seluruh wilayah Indonesia, tentu BYD Flash Charging terbuka untuk semua merek kendaraan listrik,” katanya. Saat ini, fasilitas Flash Charging telah tersedia di diler Danza Bipo Gatot Subroto, Jakarta. BYD berencana memasang teknologi tersebut di 10 diler Danza di Indonesia, sebelum memperluas jangkauannya pada tahun depan. Perusahaan juga menargetkan fasilitas pengisian daya ultra cepat tersedia di area istirahat jalan tol sebelum periode mudik Natal dan Tahun Baru (Nataru). Teknologi Flash Charging menggunakan sistem pengisian daya arus searah atau
direct current (DC) dengan kemampuan hingga 1.500 kW melalui satu konektor. Sistem ini didukung perangkat penyimpanan energi terintegrasi yang berfungsi menampung listrik sekaligus memasok daya tinggi saat proses pengisian berlangsung. Dalam kondisi normal, BYD mengklaim teknologi tersebut mampu mengisi baterai Blade generasi kedua dari 10% menjadi 70% dalam lima menit dan mencapai 97% dalam sembilan menit. Kemampuan pengisian daya maksimal tersebut membutuhkan baterai yang kompatibel dengan teknologi Flash Charging.
Baca Juga: BYD Bidik Pasar Premium, Luncurkan Danza D9 dan Z9 GT Seharga Rp 2,25 Miliar Pada setiap stasiun tersedia dua konektor untuk mengisi daya dua kendaraan secara bersamaan. Jika hanya satu konektor digunakan, daya maksimum mencapai 1.500 kW. Sementara itu, apabila kedua konektor digunakan bersamaan, masing-masing dapat menyalurkan daya hingga 1.000 kW. Meski demikian, kendaraan listrik dari merek lain yang menggunakan fasilitas ini belum tentu memperoleh kecepatan pengisian setara kendaraan BYD dengan Blade Battery generasi kedua. Kecepatan pengisian tetap bergantung pada kemampuan baterai dan sistem pengisian daya kendaraan. Selain mengembangkan infrastruktur, BYD juga memperkenalkan Blade Battery generasi kedua yang digunakan pada model terbaru Danza, yakni New D9 dan Z9 GT. Baterai ini diklaim memiliki kepadatan energi lebih dari 5% dibandingkan generasi pertama. Peningkatan tersebut didukung teknologi FlashPass yang dirancang untuk mempercepat perpindahan ion litium sekaligus mengurangi hambatan internal dan panas selama pengisian daya. BYD juga mengklaim ketahanan baterai terhadap degradasi meningkat 2,5% dibandingkan generasi sebelumnya.
BYD menyatakan pengembangan baterai dan fasilitas pengisian daya cepat merupakan bagian dari upaya meningkatkan pengalaman pengguna kendaraan listrik. Ke depan, perusahaan berencana memproduksi Blade Battery generasi kedua secara lokal di pabrik Subang, meski belum mengungkapkan jadwal produksi dan kapasitasnya. Dengan target 100 titik Flash Charging hingga akhir tahun, BYD berupaya memperluas akses pengisian daya berkecepatan tinggi di Indonesia. Perluasan jaringan ini juga akan menjadi bagian dari pengembangan ekosistem kendaraan listrik perusahaan, mulai dari produksi kendaraan dan baterai hingga infrastruktur pendukung.
Baca Juga: BYD Resmikan Pabrik di Subang, Investasi Rp 11,7 Triliun dan Kapasitas 150.000 Unit Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News