BYD Targetkan Ekspor 2,5 Juta Mobil Listrik pada 2027, Ini Strateginya



KONTAN.CO.ID - BEIJING. Produsen kendaraan listrik asal China, BYD, menargetkan pengiriman kendaraan ke pasar luar negeri menembus lebih dari 2,5 juta unit pada 2027. Target tersebut didorong oleh ekspansi pasar global, peningkatan kapasitas logistik, serta perluasan fasilitas produksi di berbagai negara.

Dua perusahaan pialang besar, Deutsche Bank dan Citi, mengungkapkan target tersebut setelah mengikuti pertemuan dengan manajemen BYD pada Selasa (8/9/2026). BYD belum memberikan tanggapan langsung atas permintaan komentar terkait rencana tersebut.

Deutsche Bank menyebut target ekspor BYD ditopang oleh peningkatan pangsa pasar di luar China, bertambahnya armada kapal pengangkut kendaraan khusus, serta semakin luasnya basis manufaktur lokal perusahaan di berbagai negara.


Manajemen BYD memperkirakan pengiriman kendaraan ke pasar luar negeri mencapai 1,9 juta hingga 2 juta unit pada 2026. Angka tersebut hampir dua kali lipat dibandingkan realisasi pengiriman pada tahun sebelumnya.

Baca Juga: Impor Batubara China Turun 2% pada Agustus, Pasokan Domestik Mulai Stabil

Dalam pertemuan tersebut, manajemen BYD juga menyampaikan bahwa keterbatasan kapasitas pengiriman menjadi salah satu faktor yang membatasi penjualan kendaraan perusahaan di pasar internasional sepanjang tahun ini. Tanpa kendala logistik tersebut, volume ekspor BYD diperkirakan dapat lebih tinggi.

Perluas Produksi Mobil Listrik di Luar China

Strategi BYD untuk meningkatkan ekspor juga dibarengi dengan pembangunan fasilitas produksi di luar negeri. Pabrik BYD di Hungaria diperkirakan mulai melakukan perakitan kendaraan pada November atau Desember 2026.

Selain Hungaria, manajemen BYD juga tengah mengevaluasi sejumlah lokasi tambahan untuk membangun fasilitas manufaktur di luar China, menurut Deutsche Bank.

Produksi secara lokal dinilai dapat membantu BYD mengurangi dampak tarif impor yang tinggi di sejumlah pasar utama. Di Uni Eropa, kendaraan listrik berbasis baterai asal China dikenakan tarif sekitar 27%, sedangkan Brasil menerapkan tarif impor sebesar 34%.

Citi memperkirakan produksi lokal dapat memberikan penghematan lebih dari 40.000 yuan atau sekitar US$5.961 per kendaraan. Penghematan tersebut dinilai dapat membantu BYD mengimbangi biaya yang muncul selama tahap awal pengoperasian fasilitas produksi baru.

Ekspansi manufaktur lokal juga menjadi bagian penting dari strategi BYD untuk memperkuat posisi di pasar kendaraan listrik global sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap ekspor langsung dari China.

BYD Bangun 90.000 Stasiun Flash Charging

Selain memperluas produksi, BYD juga meningkatkan infrastruktur pendukung kendaraan listrik. Deutsche Bank menyebut perusahaan berencana membangun 90.000 stasiun pengisian daya cepat atau flash-charging stations hingga 2028.

Dari jumlah tersebut, sekitar 20.000 stasiun ditargetkan selesai dibangun hingga akhir 2026. Selanjutnya, BYD berencana menambah 30.000 stasiun pada 2027 dan 40.000 stasiun pada 2028.

Baca Juga: Rusia Tegaskan Tak Kejar De-Dolarisasi, 90% Transaksi BRICS Pakai Mata Uang Lokal

Pengembangan infrastruktur pengisian daya tersebut menjadi salah satu upaya BYD untuk memperkuat ekosistem kendaraan listrik dan meningkatkan daya tarik produknya di pasar yang menjadi sasaran ekspansi.

Bidik 25% Pangsa Pasar China

Di pasar domestik, BYD juga memasang target agresif. Perusahaan menargetkan pangsa pasar sebesar 25% di industri otomotif China.

Pangsa pasar BYD sendiri telah meningkat signifikan. Pada Juli 2026, pangsa pasar perusahaan mencapai 18%, naik dari sekitar 8% pada awal tahun.

Kenaikan tersebut menunjukkan semakin kuatnya posisi BYD di pasar kendaraan China, sekaligus menjadi modal bagi perusahaan untuk mempercepat ekspansi internasional.

Dengan kombinasi peningkatan pangsa pasar domestik, ekspansi fasilitas manufaktur luar negeri, penguatan jaringan logistik, serta pembangunan infrastruktur pengisian daya, BYD berupaya memperbesar skala bisnisnya di pasar kendaraan listrik global.

Target pengiriman lebih dari 2,5 juta kendaraan ke luar negeri pada 2027 pun menjadi salah satu ambisi terbesar BYD dalam memperkuat posisinya sebagai pemain kendaraan listrik global.