KONTAN.CO.ID - Raksasa teknologi asal China sekaligus induk perusahaan TikTok, ByteDance, dilaporkan tengah menggelar negosiasi intensif dengan perusahaan rintisan (startup) semikonduktor asal Shanghai, Iluvatar CoreX. Melansir
Reuters Senin (15/6/2026), langkah ini diambil untuk mengamankan pasokan unit pemroses grafis (GPU) atau chip kecerdasan buatan (AI) yang akan digunakan untuk menangani beban kerja inferensi (inference workloads).
Baca Juga: Malaysia Turunkan Harga Referensi Minyak Sawit Mentah Juli, Bea Masuk Tetap 10% Selain dengan Iluvatar CoreX, dua sumber yang mengetahui draf kesepakatan tersebut membocorkan bahwa ByteDance juga tengah mempertimbangkan kesepakatan serupa untuk menggunakan chip AI seri Kunlunxin besutan Baidu. Perluas Rantai Pasok Domestik demi Bot AI 'Doubao' Jika kesepakatan dengan Iluvatar CoreX resmi ketok palu, perusahaan tersebut akan menjadi pemasok GPU domestik utama ketiga bagi infrastruktur AI ByteDance, menyusul nama besar lainnya yang sudah masuk lebih dulu seperti Huawei dan Cambricon. Iluvatar CoreX diproyeksikan akan mengirimkan sedikitnya 50.000 unit chip ke ByteDance sepanjang tahun ini.
Baca Juga: IPO SpaceX di Nasdaq Lancar, Wall Street Siap Sambut IPO OpenAI dan Anthropic Pasokan tersebut bakal dialokasikan penuh untuk kebutuhan komputasi inferensi yakni proses mengeksekusi model AI untuk menjawab kueri pengguna seiring dengan meledaknya basis pengguna chatbot AI andalan ByteDance, Doubao. Sebagai catatan, proses inferensi membutuhkan spesifikasi chip yang berbeda dengan proses pelatihan (training) model AI berskala besar yang biasanya memerlukan lini GPU kasta tertinggi. Tonggak Sejarah Komersial Iluvatar CoreX Bagi Iluvatar CoreX, kontrak dengan megakorporasi sekelas ByteDance merupakan tonggak komersial (commercial milestone) yang sangat masif. Pasalnya, perusahaan yang resmi melantai di Bursa Saham Hong Kong pada Januari lalu ini sebelumnya lebih banyak mengandalkan proyek pengadaan barang dan jasa milik pemerintah Tiongkok.
Baca Juga: Dolar AS Tersungkur ke Level Terendah 10 Hari Usai Kabar Perdamaian AS–Iran Sektor finansial mencatat pertumbuhan performa bisnis Iluvatar CoreX yang sangat progresif berkat berkah kebijakan lokalisasi teknologi:
- Pendapatan Tahun Lalu (2025): Mencapai 1 miliar yuan (setara US$ 148 juta), di mana 90% di antaranya disumbang langsung oleh penjualan lini GPU.
- Proyeksi Pendapatan Tahun Ini: Diperkirakan melesat hingga 3,04 miliar yuan (setara US$ 449,8 juta).
- Target Pengiriman: Total pengiriman chip diproyeksikan melonjak 139% hingga menembus lebih dari 100.000 unit.
Berdasarkan data riset dari Huatai Securities, lini chip inferensi seri Zhikai milik Iluvatar CoreX dibanderol dengan harga jual rata-rata sekitar 12.000 yuan (kisaran US$ 1.775 atau Rp29 juta) per unit. Sementara untuk kebutuhan training AI, perusahaan ini mengandalkan lini produk seri Tiangai. Redupnya Dominasi Nvidia di Pasar Tiongkok Rencana kemitraan strategis ini menjadi bukti nyata bahwa produk chip lokal China kian kompetitif dan mendapatkan traksi kuat di pasar domestik. Beijing terus menekan korporasi teknologi dalam negeri untuk meningkatkan kemandirian industri hulu semikonduktor menyusul ketatnya pembatasan ekspor teknologi chip canggih yang diterapkan oleh pemerintah Amerika Serikat.
Baca Juga: Starbucks Korea Tutup Operasional Lebih Awal 22 Juni, Ada Apa? Dampaknya terhadap peta persaingan global mulai terlihat sangat nyata:
- Pangsa Pasar Lokal Melambung: Produsen GPU dan chip AI asal China berhasil menguasai hampir 41% pangsa pasar server akselerator AI di dalam negeri pada tahun lalu.
- Nvidia Kehilangan Pasar Utama: CEO Nvidia, Jensen Huang, mengakui bahwa pangsa pasar perusahaannya di China secara efektif telah merosot drastis mendekati nol akibat sanksi dagang.
Baca Juga: 38 Kapal Jepang Masih Tertahan, Industri Pelayaran Tunggu Hormuz Benar-Benar Aman Di sisi lain, Chief Strategy Officer Tencent, James Mitchell, mengonfirmasi bahwa pasokan chip AI buatan domestik akan mulai tersedia dalam volume yang jauh lebih besar pada paruh kedua tahun ini. Tencent sendiri diketahui telah terdaftar sebagai salah satu pelanggan aktif yang mengadopsi teknologi chip Kunlunxin milik Baidu. Hingga saat ini, baik pihak ByteDance, Iluvatar CoreX, Baidu, maupun Tencent memilih untuk tidak memberikan komentar resmi mengingat detail kesepakatan tersebut belum bersifat final dan masih dapat berubah.