Cadangan Beras Pemerintah Tembus 7,75 Juta Ton, Ini Alokasi Penyalurannya



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat penyaluran cadangan beras pemerintah (CBP) mencapai 7,75 juta ton dalam periode 2023 hingga 2025. 

Penyaluran tersebut dilakukan melalui berbagai program, mulai dari bantuan pangan beras, Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), hingga penanganan keadaan darurat.

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, mengatakan pemanfaatan stok CBP terus dilakukan untuk menjaga akses masyarakat terhadap beras sekaligus mendukung stabilitas harga pangan nasional.


Baca Juga: Efek Suku Bunga Tinggi, Pertumbuhan Ekonomi Diprediksi Bergerak Melambat

"Pemerintah konsisten menyalurkan stok CBP untuk masyarakat melalui banyak program. Mulai dari program SPHP beras, bantuan pangan dengan jutaan penerima, dan juga demi membantu masyarakat di daerah yang sedang mengalami bencana alam," ujar Ketut dalam keterangan resmi, dikutip pada Jumat (19/6/2026).

Berdasarkan data Bapanas, realisasi penyaluran CBP pada 2023 mencapai 2,76 juta ton. Angka tersebut kemudian meningkat menjadi 3,37 juta ton pada 2024. Sementara sepanjang 2025, volume penyaluran tercatat sebesar 1,62 juta ton.

Pada 2025, program SPHP menjadi saluran utama penyaluran CBP dengan volume mencapai 802.900 ton atau hampir separuh dari total distribusi. 

Adapun bantuan pangan beras mencapai 710.780 ton, disusul golongan anggaran sebesar 92.100 ton dan tanggap darurat sebanyak 13.160 ton.

Bapanas memastikan program penyaluran CBP akan terus dilanjutkan pada 2026. Selain itu, pemerintah juga memperkuat cadangan beras nasional melalui penyerapan gabah dan beras hasil produksi petani dalam negeri.

"Saat ini pemerintah fokus penyerapan panen petani kita untuk CBP. Ini juga diiringi dengan pelaksanaan program penyaluran ke masyarakat sampai akhir tahun nanti. Tentunya upaya ini harus kontinyu diimplementasikan agar hulu dan hilir selalu terjaga kestabilannya," kata Ketut.

Hingga 18 Juni 2026, realisasi penyaluran CBP telah mencapai 946.800 ton. Rinciannya terdiri dari bantuan pangan beras sebanyak 550.100 ton, SPHP 348.500 ton, golongan anggaran 36.800 ton, dan tanggap darurat 11.300 ton. 

Baca Juga: Alarm Perlambatan Ekonomi Menyala Setelah BI Rate Tembus 5,75%

Pemerintah juga telah memutuskan untuk menambah alokasi bantuan pangan beras selama tiga bulan pada semester kedua tahun ini.

Di sisi lain, stok beras yang dikelola Perum Bulog terus meningkat. Per 18 Juni 2026, stok beras nasional yang tersimpan di gudang Bulog mencapai 5,2 juta ton. 

Jumlah tersebut ditopang oleh pengadaan setara beras dari produksi dalam negeri yang telah mencapai 3,18 juta ton sejak awal tahun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News