KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Posisi cadangan devisa Indonesia menurun pada Januari 2026. Berdasarkan laporan Bank Indonesia (BI), cadangan devisa pada periode tersebut mencapai US$ 154,6 miliar, atau lebih rendah dari bulan sebelumnya yang mencapai US$ 156,5 miliar. Direktur Eksekutif Departmen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso menyampaikan, penurunan cadangan devisa tersebut dipengaruhi antara lain oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah sebagai respons BI dalam menghadapi ketidakpastian pasar keuangan global yang meningkat. “Posisi cadangan devisa pada akhir Januari 2026 setara dengan pembiayaan 6,3 bulan impor atau 6,1 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor,” tutur Denny dalam keterangannya, Jumat (6/2/2026).
Cadangan Devisa RI Turun Jadi US$ 154,6 Miliar Pada Januari 2026
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Posisi cadangan devisa Indonesia menurun pada Januari 2026. Berdasarkan laporan Bank Indonesia (BI), cadangan devisa pada periode tersebut mencapai US$ 154,6 miliar, atau lebih rendah dari bulan sebelumnya yang mencapai US$ 156,5 miliar. Direktur Eksekutif Departmen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso menyampaikan, penurunan cadangan devisa tersebut dipengaruhi antara lain oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah sebagai respons BI dalam menghadapi ketidakpastian pasar keuangan global yang meningkat. “Posisi cadangan devisa pada akhir Januari 2026 setara dengan pembiayaan 6,3 bulan impor atau 6,1 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor,” tutur Denny dalam keterangannya, Jumat (6/2/2026).