Cadangan Devisa September 2026 Diproyeksikan Turun Tipis Jadi US$ 145,8 Miliar



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Cadangan devisa Indonesia diproyeksi turun tipis pada September 2026 menjadi sekitar US$ 145,8 miliar. Sekedar mengingatkan, posisi cadangan devisa per Agustus 2026 sebesar US$ 146 miliar.

Lead Economist Bank Danamon Indonesia Irman Faiz mengatakan, posisi cadangan devisa pada September diperkirakan masih berada di level yang kuat, meski sedikit lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya.

“Kami memperkirakan cadangan devisa September berada di sekitar US$ 145,8 miliar, dari US$ 146 miliar pada Agustus. Meski surplus perdagangan Agustus meningkat cukup besar menjadi US$ 0,4 miliar,” ujar Irman kepada Kontan, Minggu (4/10/2026).


Menurutnya, penurunan cadangan devisa tersebut masih relatif terbatas. Kondisi ini lebih mencerminkan penggunaan cadangan devisa sebagai buffer untuk menjaga stabilitas di tengah volatilitas pasar, bukan menunjukkan pelemahan ketahanan eksternal Indonesia secara signifikan.

Baca Juga: Cadangan Devisa Diproyeksi Meningkat Jadi US$ 147 Miliar per September 2026

Irman menilai, posisi cadangan devisa saat ini masih sangat memadai. Cadangan devisa tersebut setara dengan lebih dari lima bulan kebutuhan impor dan pembayaran utang luar negeri (ULN) pemerintah.

“Penurunan tersebut menurut kami masih relatif terbatas dan lebih mencerminkan penggunaan cadangan devisa sebagai buffer di tengah volatilitas, bukan pelemahan ketahanan eksternal secara signifikan,” jelasnya.

Ke depan, Irman memperkirakan cadangan devisa Indonesia masih berpotensi kembali meningkat secara gradual hingga akhir 2026. Ia memproyeksikan posisi cadangan devisa dapat mencapai sekitar US$ 147,5 miliar pada akhir tahun.

Kenaikan tersebut akan ditopang oleh surplus perdagangan, penerimaan valuta asing pemerintah, serta potensi perbaikan arus modal (capital inflow).

Meski demikian, ruang peningkatan cadangan devisa akan bergantung pada intensitas intervensi Bank Indonesia (BI) di pasar valuta asing. Pasalnya, pemulihan aktivitas domestik dan investasi juga berpotensi menjaga kebutuhan impor bahan baku serta barang modal tetap tinggi.

Baca Juga: Wajib Pajak Bersiap! Pengawasan DJP Makin Ketat hingga Akhir Tahun

Dari sisi nilai tukar rupiah, posisi cadangan devisa yang tetap kuat memberikan ruang yang cukup bagi BI untuk meredam volatilitas yang berasal dari tekanan eksternal.

Dengan demikian, meski cadangan devisa diperkirakan turun tipis pada September, level-nya masih menunjukkan kondisi eksternal Indonesia yang relatif solid dan memberikan buffer bagi stabilitas rupiah ke depan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News