Cadangan diprediksi naik, harga minyak melandai



SYDNEY. Jelang sore, pergerakan harga minyak masih menunjukkan tren menurun di New York. Pada pukul 16.46 waktu Sydney, harga kontrak minyak untuk pengantaran Juni berada di posisi US$ 104,66 per barel atau turun 21 sen di New York Mercantile Exchange. Kemarin, harga minyak turun 6 sen menjadi US$ 104,87 per barel. Ini merupakan level terendah sejak 26 April lalu. Jika dihitung, sepanjang bulan lalu, harga minyak sudah naik 1,8% dan 5,9% di sepanjang tahun ini. Melandainya harga minyak terjadi sebelum pengumuman data cadangan minyak AS yang diprediksi naik ke level tertinggi dalam 21 tahun terakhir. Asal tahu saja, hasil survei Bloomberg menunjukkan, cadangan minyak AS akan naik 2,5 juta barel pada pekan lalu menjadi 375,5 juta barel. Hal tersebut akan mendongkrak suplai minyak ke level tertinggi sejak September 1990. "Kita seringkali melihat, kenaikan suplai disebabkan para perusahaan minyak mempersiapkan diri untuk menjaga stok musim panas," jelas Michael McCarthy, chief market strategist CMC Markets Asia Pacific Pty di Sydney. Catatan saja, harga kontrak minyak jenis Brent untuk pengantaran Juni turun 22 sen menjadi US$ 119,25 per barel di ICE Futures Europe exchange.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News