KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di tengah meningkatnya kebutuhan global terhadap mineral kritis untuk mendukung transisi energi dan industri kendaraan listrik, isu keberlanjutan dalam rantai pasok nikel menjadi sorotan. Pelaku industri, investor, hingga regulator kini tidak hanya memperhatikan kapasitas produksi, tetapi juga aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG). Dalam konteks tersebut, Maluku Utara semakin menegaskan perannya sebagai salah satu pusat hilirisasi nikel terintegrasi dunia. Terlihat dalam penyelenggaraan North Maluku Sustainability Trip yang digelar Kadin Komite Bilateral UK dan Irlandia bersama Kadin Indonesia dan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP). Kegiatan ini mempertemukan organisasi internasional, pelaku industri, investor, akademisi, dan pembuat kebijakan untuk meninjau langsung perkembangan ekosistem hilirisasi nikel di Maluku Utara sekaligus mendiskusikan praktik hilirisasi yang berkelanjutan.
Cadangan Nikel Terbesar Dunia, Maluku Utara Dorong Hilirisasi Berkelanjutan
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di tengah meningkatnya kebutuhan global terhadap mineral kritis untuk mendukung transisi energi dan industri kendaraan listrik, isu keberlanjutan dalam rantai pasok nikel menjadi sorotan. Pelaku industri, investor, hingga regulator kini tidak hanya memperhatikan kapasitas produksi, tetapi juga aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG). Dalam konteks tersebut, Maluku Utara semakin menegaskan perannya sebagai salah satu pusat hilirisasi nikel terintegrasi dunia. Terlihat dalam penyelenggaraan North Maluku Sustainability Trip yang digelar Kadin Komite Bilateral UK dan Irlandia bersama Kadin Indonesia dan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP). Kegiatan ini mempertemukan organisasi internasional, pelaku industri, investor, akademisi, dan pembuat kebijakan untuk meninjau langsung perkembangan ekosistem hilirisasi nikel di Maluku Utara sekaligus mendiskusikan praktik hilirisasi yang berkelanjutan.