Cadangan Saudi naik, harga minyak dekati US$ 45



SINGAPURA. Harga kontrak minyak dunia diperdagangkan mendekati level US$ 45 per barel. Pagi ini (21/9), pada pukul 11.04 waktu Seoul, harga kontrak minyak West Texas Intermediate (WTI) naik 19 sen menjadi US$ 44,87 per barel di New York Mercantile Exchange.

Pada Jumat (18/9) lalu, harga kontrak minyak anjlok US$ 2,22 menjadi US$ 44,68 sebarel. Sedangkan harga kontrak minyak yang lebih aktif diperdagangkan naik 17 sen menjadi US$ 45,19 per barel.

Harga minyak naik tipis setelah cadangan minyak Arab Saudi mencatatkan kenaikan menembus rekor. Kondisi ini menambah keyakinan pelaku pasar bahwa melimpahnya suplai minyak masih akan terus berlangsung untuk beberapa waktu ke depan.


Berdasarkan data Joint Organisations Data Initiative yang berbasis di Riyadh, cadangan minyak komersial Arab Saudi naik ke posisi 320 juta barel. Ini merupakan yang tertinggi sejak 2002.

Selain itu, menurut Menteri Luar Negeri Venezuela Delcy Rodriguez melalui Twitter, Venezuela dan Arab Saudi setuju untuk mengembalikan stabilitas di pasar minyak.

"Arab Saudi mengirimkan sinyal bahwa mereka bersedia untuk melanjutkan perang harga minyak meskipun ada fakta terjadi suplai berlebih. Dengan adanya Iran yang akan menaikkan produksi pada tahun depan, tidak ada kemungkinan Saudi memangkas produksi dalam waktu dekat," papar Hong Sung Ki, analis komoditas Samsung Futures Inc.

Sementara itu, harga kontrak minyak untuk pengantaran November naik 10 sen menjadi US$ 47,57 per barel di ICE Futures Europe Exchange.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie