JAKARTA. Meski penguatan rupiah terbesar di pasar emerging, namun penurunan cadangan devisa Bank Indonesia pada bulan lalu menunjukkan rentannya perekonomian Indonesia saat suku bunga AS dikerek. Berdasarkan data yang dihimpun Bloomberg pada Jumat (6/11), cadangan devisa BI kembali turun untuk delapan bulan berturut-turut sebesar US$ 1 miliar menjadi US$ 100,7 miliar. Penurunan itu disebabkan meningkatnya biaya untuk pembayaran utang luar negeri pemerintah dan penggunaan cadangan devisa untuk menstabilkan rupiah.
Cadev mengering bukti kerentanan ekonomi Indonesia
JAKARTA. Meski penguatan rupiah terbesar di pasar emerging, namun penurunan cadangan devisa Bank Indonesia pada bulan lalu menunjukkan rentannya perekonomian Indonesia saat suku bunga AS dikerek. Berdasarkan data yang dihimpun Bloomberg pada Jumat (6/11), cadangan devisa BI kembali turun untuk delapan bulan berturut-turut sebesar US$ 1 miliar menjadi US$ 100,7 miliar. Penurunan itu disebabkan meningkatnya biaya untuk pembayaran utang luar negeri pemerintah dan penggunaan cadangan devisa untuk menstabilkan rupiah.