Cadev naik, ekonom Bank Mandiri yakin neraca perdagangan bakal ikut surplus



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) mencatat, cadangan devisa pada akhir Januari 2021 menyentuh US$ 138,0 miliar. Ini meningkat pesat dari US$ 135,9 miliar pada akhir Desember 2020. 

Dengan kondisi tersebut, ekonom Bank Mandiri Faisal Rachman masih optimistis surplus Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) meningkat pada tahun 2021, didukung dengan defisit neraca transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) yang terkendali. 

“Juga, arus masuk modal asing dan keuangan yang besar sehingga akan menopang cadangan devisa ke depan, dan nilai tukar bisa lebih stabil,” ujar Faisal dalam laporannya, Jumat (5/2). 


Baca Juga: Kejar wajib pajak potensial, Ditjen Pajak akan bangun 18 KPP Madya tahun ini

Faktor utama penyebab masuknya kembali modal asing baik ke pasar saham maupun obligasi adalah manajemen risiko fiskal yang baik, perbedaan suku bunga yang menarik, dan pergerakan rupiah yang stabil. 

Tak hanya itu, pelaksanaan Undang-Undang Cipta Kerja, termasuk pembentukan Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Sovereign Wealth Fund (SWF) dan kerjasama komprehensif Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) akan memperkuat arus masuk investasi asing langsung. 

Namun, CAD di sepanjang tahun 2021 diperkirakan akan melebar, menyusul meningkatnya permintaan di tengah pemulihan ekonomi. Faisal memprediksi, CAD akan bergerak di 1,88% dari PDB. 

Surplus perdagangan kemungkinan besar akan bertahan hingga semester I-2021, berkat kinerja ekspor yang solid, didukung harga komoditas global yang relatif lebih tinggi. 

Baru, pada paruh kedua tahun ini, impor akan mulai meningkat, seiring percepatan pertumbuhan ekonomi yang didorong oleh kegiatan penenaman modal yang meningkat secara signifikan. 

Baca Juga: Ini yang dilakukan pemerintah untuk meratakan pertumbuhan ekonomi daerah

“Sekitar 90% dari total impor Indonesia merupakan barang input, yaitu bahan baku dan barang modal untuk industri. Impor yang lebih tinggi di tahun 2021 juga akan dikontribusi oleh impor Covid-19,” katanya. 

Lebih lanjut, Faisal memperkirakan nilai tukar rupiah akan mengalami apresiasi di tahun ini. Prediksinya, rupiah akan bergerak di Rp 14.085 per dollar Amerika Serikat (AS), di akhir tahun 2021. 

Selanjutnya: Cadangan devisa Januari 2021 capai US$ 138 miliar, tertinggi sepanjang sejarah!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tendi Mahadi