Cahaya Bintang Medan (CBMF) Targetkan Laba Bersih Naik 10% Tahun Ini



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten furniture, PT Cahaya Bintang Medan Tbk (CBMF) optimistis tahun ini dapat memoles kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan tahun lalu. CBMF membidik pertumbuhan pendapatan 20% di sepanjang 2022.

Direktur Utama CBMF Suwandi mengatakan, untuk laba bersih, CBMF menargetkan pertumbuhan 10% dibandingkan tahun 2021.

Untuk mencapai target itu, CBMF akan berupaya menekan biaya operasional yang cukup tinggi di tahun 2021. Terutama biaya ekspedisi yang melonjak signifikan sehubungan dengan adanya PPKM dalam rangka penanggulangan penyebaran Covid-19.


Menurut Suwandi, biaya operasional di sepanjang 2021 cukup tinggi. Hal ini lantaran adanya biaya ekspedisi melonjak signifikan seiring adanya PPKM dalam rangka penanggulangan penyebaran Covid-19 tahun lalu.

Baca Juga: Bidik Pertumbuhan Bisnis, CBMF Akan Merilis Produk Furnitur Terbaru pada Tahun Ini

Meski demikian, ia optimistis, tahun ini target pendapatan dan laba bersih akan tumbuh sesuai target. Dengan demikian, CBMF juga telah menyiapkan sejumlah strategi bisnis. Diantaranya yakni melakukan diversifikasi produk furniture.

“Untuk mencapai target pendapatan, kami menerapkan strategi diversifikasi produk, pengembangan jaringan distribusi dan pemasaran serta memperbanyak distributor furniture untuk memasarkan produk perseroan,” kata Suwandi kepada Kontan.co.id, Minggu (3/4).

Suwandi menambahkan, diversifikasi produk yang akan dilakukan yakni dengan menghadirkan produk furniture anyar dengan desain yang minimalis. Produk itu antara lain lemari dengan desain minimalis serta lebih fungsional dari tipe sebelumnya.

“Produk-produk minimalis lainnya juga seperti lemari pakaian, meja belajar dan jenis furniture lainnya,” tambah dia.

Untuk memoles kinerja, CBMF juga akan lebih fokus kepada pengembangan pasar di wilayah yang telah ada, sementara untuk penetrasi pasar, CMBF masih berupaya merealisasikan ekspansi ke wilayah Indonesia Timur yang sempat tertunda tahun lalu.

“Di tahun ini kami lebih fokus kepada pengembangan pasar di wilayah yang telah ada, sementara untuk penetrasi pasar kami masih berupaya merealisasikan ekspansi ke wilayah yang sempat tertunda tahun lalu, yaitu wilayah Indonesia Timur,” katanya.

Menurutnya, ekspansi ke wilayah Indonesia Timur memiliki potensi bisnis yang cukup baik. Di tambah belum banyaknya produsen furniture berbahan dasar particle board di wilayah tersebut.

Baca Juga: Nama Beken di Balik Wir Asia (WIRG); Lippo, Pieter Tanuri, Agus Lasmono & Yenny Wahid

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Khomarul Hidayat