Caixin PMI China di posisi terendah dalam setahun



BEIJING. Hasil survei yang dilakukan pihak swasta mengenai pertumbuhan sektor jasa China menunjukkan perlambatan. Bahkan indeks jasa ini berada di level terendah dalam setahun terakhir pada April lalu. Kecemasan mengenai perlambatan ekonomi Negeri Panda menggerus kepercayaan bisnis.

Sekadar informasi, indeks Caixin/Markit services purchasing manager's indeks (PMI) turun ke posisi 51,5 pada April. Padahal, pada Maret lalu, indeks ini berada di level 52,2. Penurunan ini merupakan penurunan bulanan keempat secara berturut-turut dan mengindikasikan pertumbuhan sektor jasa merupakan yang terlemah sejak Mei 2016.

Caixin composite manufacturing dan services PMI juga menunjukkan hilangnya momentum pertumbuhan pada April, dengan turun ke 51,2, level terendah sejak Juni 2016 dari level sebelumnya 52,1 pada Maret.


Hasil yang ditunjukkan oleh indeks ini memperlihatkan tren yang sama pada survei sebelumnya yakni melambatnya pertumbuhan pada manufaktur jasa, meskipun survei Caixin mengambil sample yang lebih kecil dan lebih fokus pada perusahaan usaha kecil dan menengah.

Sebelumnya, analis memprediksi, perekonomian China akan melambat dalam beberapa bulan ke depan setelah mencetak pertumbuhan yang kuat di kuartal pertama tahun ini. Sekadar mengingatkan, pertumbuhan ekonomi China di kuartal I mencapai 6,9%.

Momentum ini diprediksi akan mereda seiring langkah-langkah yang diambil pemerintah untuk mendinginkan sektor properti. Selain itu, bank sentral dan pihak regulator lainnya juga memperketat penyaluran kredit untuk meredakan risiko finansial.

"Titik balik dari pertumbuhan China sepertinya terlihat pada awal kuartal dua. Investor harus berhati-hati mengenai penurunan ekonomi ini," ujar Zhengsheng Zhong, director of Macroeconomic Analysis CEBM Group.

Sejumlah pengusaha China juga sempat mengeluh kepada Reuters akan kecemasan mereka yang mengalami keterbatasan akses terhadap kredit dan melonjaknya biaya pinjaman pada tahun ini.

Meski demikian, hasil survei Caixin menunjukkan perusahaan jasa secara umum masih optimistis bahwa  aktivitas bisnis akan meningkat pada tahun depan. Namun, indeks sentimen positif tersebut jatuh ke level terendah dalam lima bulan dan penciptaan lapangan kerja melambat ke level terendah di sepanjang tahun ini. 

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie