KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kevin Warsh, kandidat pilihan Presiden AS Donald Trump untuk menggantikan Ketua Federal Reserve saat ini, Jerome Powell, diperkirakan akan membawa perubahan besar pada arah kebijakan bank sentral Amerika Serikat. Warsh, yang akan menjalani sidang konfirmasi di Senat, telah mengutarakan sejumlah gagasan penting terkait reformasi The Fed, mulai dari penurunan suku bunga, pengurangan neraca bank sentral, perubahan pendekatan terhadap inflasi, hingga peningkatan koordinasi dengan Departemen Keuangan AS.
Dorong “Perubahan Rezim” di The Fed
Warsh menilai kebijakan moneter The Fed selama beberapa tahun terakhir telah gagal menjaga stabilitas ekonomi.
Menurutnya, bank sentral saat ini sangat berbeda dibanding ketika ia bergabung pada 2006. Ia bahkan menyebut diperlukan “perubahan rezim” di tubuh The Fed karena kebijakan yang ada dianggap berkontribusi pada lonjakan inflasi dan hilangnya kredibilitas bank sentral. Warsh menilai kesinambungan kebijakan tidak lagi relevan jika hasil akhirnya adalah kesalahan makroekonomi terbesar dalam puluhan tahun.
Baca Juga: Hong Kong Luncurkan Kerangka Regulasi Perdagangan Sekunder Produk Tokenisasi Ingin Suku Bunga Lebih Rendah
Salah satu fokus utama Warsh adalah mendorong suku bunga yang lebih rendah. Ia berpendapat bahwa neraca The Fed yang terlalu besar dapat dipangkas secara signifikan, sehingga ruang pelonggaran moneter dapat digunakan untuk membantu rumah tangga serta pelaku usaha kecil dan menengah. Warsh juga berpandangan bahwa ukuran neraca The Fed saat ini jauh lebih besar dari yang sebenarnya dibutuhkan.
Pandangan Baru terhadap Inflasi
Warsh memiliki pandangan yang berbeda mengenai penyebab inflasi tinggi beberapa tahun terakhir. Ia menilai inflasi bukan hanya dipicu oleh pandemi atau perang, tetapi juga oleh lonjakan belanja pemerintah dan pencetakan uang yang berlebihan. Selain itu, Warsh memperkirakan perkembangan kecerdasan buatan atau AI akan menciptakan tekanan penurunan harga dalam jangka panjang. Menurutnya, AI berpotensi membuat hampir semua barang dan jasa menjadi lebih murah, sehingga ekonomi global bisa memasuki periode penurunan harga struktural.
Neraca The Fed Akan Dipangkas
Warsh berulang kali menegaskan bahwa ukuran neraca The Fed perlu dikurangi. Ia menilai neraca bank sentral yang membengkak selama era krisis sudah tidak lagi relevan. Dengan neraca yang lebih kecil, Warsh percaya The Fed justru dapat mempertahankan suku bunga yang lebih rendah tanpa memicu tekanan inflasi tambahan.
Baca Juga: Asia-Pasifik Memanas: Latihan Militer AS-Filipina Libatkan Jepang, China Geram Tetap Dukung Independensi Bank Sentral
Meski menginginkan perubahan besar, Warsh menekankan pentingnya independensi The Fed dari tekanan politik. Ia menyebut kredibilitas institusional The Fed merupakan aset terpenting bank sentral, terutama dalam menjaga ekspektasi inflasi dan mempengaruhi pasar keuangan. Menurut Warsh, independensi dari kepentingan politik di Washington maupun tekanan dari Wall Street harus tetap dijaga agar kebijakan moneter dapat berjalan efektif.
Ingin Peran The Fed Lebih Fokus
Warsh juga mengkritik kecenderungan The Fed untuk terlibat dalam isu-isu di luar mandat utamanya. Ia berpendapat bahwa semakin banyak The Fed berbicara mengenai isu di luar stabilitas harga dan lapangan kerja, semakin besar risiko bank sentral kehilangan fokus dan menjadi rentan terhadap tekanan politik.
Baca Juga: Israel Memperkuat Cengkeraman di Lebanon Selatan, Warga Diminta Menjauh Koordinasi Lebih Erat dengan Departemen Keuangan
Di sisi lain, Warsh ingin ada koordinasi yang lebih jelas antara The Fed dan Departemen Keuangan AS dalam mengelola neraca bank sentral dan strategi penerbitan utang pemerintah. Menurutnya, pasar perlu mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai target jangka panjang neraca The Fed serta rencana penerbitan surat utang pemerintah agar volatilitas dapat ditekan.
Kurangi “Kebisingan” Komunikasi The Fed
Warsh juga menyoroti terlalu banyaknya pernyataan dari para pejabat The Fed yang sering kali menimbulkan kebingungan di pasar. Ia menilai komunikasi bank sentral seharusnya lebih ringkas, terarah, dan tidak berubah-ubah mengikuti setiap rilis data ekonomi terbaru. Menurut Warsh, terlalu banyak pandangan dari 19 pembuat kebijakan The Fed justru menciptakan “kebisingan” dan mengurangi efektivitas pesan bank sentral kepada pasar. Jika resmi menjabat sebagai Ketua The Fed, Warsh diperkirakan akan membawa arah kebijakan yang jauh berbeda dibanding era Powell. Fokus pada suku bunga rendah, neraca yang lebih ramping, dan komunikasi yang lebih sederhana bisa menjadi ciri utama kepemimpinannya di bank sentral AS.