Calon menteri ESDM diminta bukan muka lama



JAKARTA. Pasangan presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK) diminta tidak memasukkan muka-muka lama untuk menduduki kursi menteri ESDM. Pasalnya, mereka sudah diketahui rekam jejaknya tidak berhasil meningkatkan produksi energi di dalam negeri.

Ekonom Unpad Kodrat Wibowo mengatakan, Kementerian ESDM memiliki posisi yang sangat strategis bagi negara. Untuk itu ia menyarankan, harus ada nuansa baru di Kementerian ESDM.

Dan orang-orang yang punya keterkaitan atau dugaan dekat dengan mafia minyak, atau orang lama di kementerian yang seringkali mementingkan kelompoknya, tidak dipilih lagi.


Senada dengan Kodrat, pakar ekonomi politik Ichsanudin Noorsy juga menegaskan, dalam sejarah perpolitikan di Indonesia, sejak dari era Soeharto hingga pemerintahan sekarang, Kementerian ESDM tidak pernah bebas dari muatan kepentingan politik.

"Apakah sejumlah calon punya muatan politik nasional? Saya tidak tahu, fakta sejarahnya seperti itu. Yang pasti siapa yang berpihak pada kepentingan nasional akan terpental," katanya.

Untuk itu ia berharap, menteri ESDM yang akan dipilih oleh Jokowi-JK bisa terbebas dari kepentingan satu kelompok tertentu. Nah, bagi orang-orang yang terindikasi memiliki kedekatan dengan kelompok tertentu tidak layak memimpin ESDM. "Menteri harus terbebas kepentingan satu kelompok. Anda cek saja riwayatnya, dekat dengan siapa," tandasnya.

Agus Harta juru bicara Aliansi Muda untuk Demokrasi menyebutada beberapa “muka lama” yang memang dikabarkan bakal masuk dalam bursa calon menteri ESDM di dalam kabinet Jokowi-JK.

Guna menyampaikan aspirasinya tersebut, Kamis kemarin, Aliansi Muda untuk Demokrasi menggelar aksi demonstrasi penolakan di Kantor Transisi Jokowi-JK. "Jokowi-JK jangan memasukkan muka lama untuk dijadikan Menteri ESDM," harap Agus.

Seperti diketahui, sejumlah nama lama yang beredar untuk dicalonkan sebagai menteri ESDM salah satunya yaitu Raden Priyono mantan Kepala BP Migas. (Sanusi)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto