KONTAN.CO.ID - Bek Timnas Indonesia, Calvin Verdonk, terpilih sebagai
Player of the Match setelah membantu Lille bermain imbang 0-0 di Aspmyra Stadion, Rabu (4/11) dini hari WIB. Verdonk tampil selama 90 menit dan memperlihatkan kontribusi penting di sektor pertahanan maupun saat membantu serangan.
Penghargaan dari
UEFA Technical Observer Group tersebut diberikan karena Verdonk dinilai mampu menjalankan tugasnya dengan baik di sisi kiri, baik ketika Lille menguasai bola maupun saat bertahan.
Baca Juga: Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Klub Liga Spanyol Ini Beri Penghormatan untuk Kiper Timnas Tampil Solid Selama 90 Menit
Calvin Verdonk tampil penuh selama 90 menit dalam pertandingan melawan Bodo/Glimt. Berdasarkan statistik
FotMob, ia mencatatkan 77 sentuhan bola dan melepaskan 53 operan dengan 44 di antaranya berhasil mencapai rekan setim atau memiliki akurasi 83%. Bek kiri Lille tersebut juga menciptakan tiga peluang dan mencatatkan delapan kontribusi defensif. Berikut statistik Calvin Verdonk:
- Menit bermain: 90 menit
- Sentuhan bola: 77 kali
- Operan akurat: 44 dari 53 (83%)
- Peluang tercipta: 3
- Kontribusi defensif: 8
- Tekel: 4
- Sapuan: 3
- Sapuan dengan sundulan: 1
- Intersep: 1
- Perebutan kembali bola: 3 kali
- Duel darat dimenangi: 4 dari 6 (67%)
- Duel udara dimenangi: 1 dari 1 (100%)
- Umpan panjang akurat: 3 dari 4 (75%)
Verdonk juga tidak kehilangan penguasaan bola akibat direbut lawan atau
dispossessed sepanjang pertandingan. Ia bahkan tidak sekalipun berhasil dilewati pemain lawan melalui dribel. Penampilan Verdonk turut membantu Lille mencatatkan hasil nirbobol saat bertandang ke markas Bodo/Glimt. Berdasarkan catatan UEFA,
clean sheet tersebut menjadi yang pertama bagi Lille dalam 12 pertandingan terakhir di fase utama Liga Champions. Lille juga mengakhiri rentetan 14 pertandingan tandang tanpa
clean sheet di kompetisi UEFA.
Baca Juga: Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Klub Sepakbola Eropa Ini Ikut Bersuka Cita UEFA Puji Performa Calvin Verdonk
UEFA Technical Observer Group memberikan penilaian khusus terhadap penampilan Verdonk hingga memilihnya sebagai
Player of the Match. Dalam pengamatan UEFA, pemain Timnas Indonesia tersebut mampu membangun kerja sama yang baik di area sayap ketika Lille menguasai bola.
"Ketika menguasai bola, dia bekerja sama dengan baik di area sayap, melakukan operan dan menerima bola secara efektif, serta selalu siap untuk segera membantu serangan," demikian penilaian
UEFA Technical Observer Group. UEFA juga menyoroti kontribusi Verdonk ketika Lille kehilangan penguasaan bola. Ia dinilai efektif melakukan pergerakan untuk kembali ke posisi bertahan, memenangi duel, dan menjaga area sayap. "Ketika tidak menguasai bola, dia tampil sangat baik dalam melakukan pergerakan pemulihan posisi saat transisi, serta efektif dalam duel dan bertahan di area sayap," lanjut
UEFA Technical Observer Group. Baca Juga: Kemenangan Timnas Indonesia Di Final FIFA ASEAN Cup 2026 Disorot Media Belanda, Cek!