Campak Masih Bunuh 95.000 Orang Setahun, WHO: Vaksin Telah Selamatkan 59 Juta Nyawa



KONTAN.CO.ID - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengingatkan campak belum hilang. Pada 2024, diperkirakan 95.000 orang meninggal karena campak, sebagian besar anak di bawah lima tahun yang belum divaksin atau vaksinasinya tidak lengkap.

Padahal vaksin campak aman, efektif, dan murah. WHO mencatat vaksinasi telah mencegah hampir 59 juta kematian antara tahun 2000 dan 2024.

Penyakit yang sangat menular

WHO menyebut campak sebagai salah satu penyakit menular paling tinggi di dunia. Virus menyebar lewat udara saat penderita bernapas, batuk, atau bersin. Virus bisa tetap aktif dan menular di udara atau di permukaan hingga dua jam.


Satu orang yang terinfeksi dapat menularkan ke 18 orang lain. Penularan terjadi empat hari sebelum ruam muncul sampai empat hari setelah ruam keluar.

Sebelum vaksin diperkenalkan pada 1963, epidemi besar terjadi setiap dua sampai tiga tahun dan menyebabkan sekitar 2,6 juta kematian setiap tahun.

Baca Juga: Rubella Ancam 100.000 Bayi Cacat Lahir Setiap Tahun, WHO: Vaksin Beri Kekebalan 95%

Gejala muncul 10–14 hari setelah terpapar

Gejala awal berlangsung 4–7 hari, meliputi demam tinggi, pilek, batuk, mata merah berair, dan bercak putih kecil di dalam pipi (Koplik spots).

Ruam mulai muncul 7–18 hari setelah paparan, biasanya di wajah dan leher atas. Dalam sekitar tiga hari ruam menyebar ke tangan dan kaki, lalu memudar setelah 5–6 hari.

Komplikasi yang mematikan

Kebanyakan kematian bukan karena ruam, melainkan komplikasinya: kebutaan, ensefalitis (radang otak), diare berat dan dehidrasi, infeksi telinga, serta pneumonia.

Komplikasi paling sering terjadi pada anak di bawah lima tahun dan dewasa di atas 30 tahun. Campak juga melemahkan sistem imun, membuat tubuh "lupa" cara melawan infeksi lain.

WHO menegaskan siapa pun yang belum kebal bisa terinfeksi. Risiko tertinggi ada pada anak yang belum divaksin dan ibu hamil. Kematian terbanyak terjadi di negara berpenghasilan rendah di Afrika, Timur Tengah, dan Asia.

Baca Juga: Campak Kembali Menggila, Netizen Global Geger!

Vaksinasi masih jadi kunci

Tidak ada pengobatan spesifik untuk campak. Perawatan hanya untuk meredakan gejala dan mencegah komplikasi, termasuk pemberian dua dosis vitamin A.

Pencegahan paling efektif adalah vaksinasi komunitas. Anak perlu dua dosis: dosis pertama pada usia 9 bulan di negara dengan penularan tinggi, atau 12–15 bulan di negara lain; dosis kedua pada usia 15–18 bulan.

Vaksin biasanya diberikan sebagai kombinasi MMR (campak, gondongan, rubella) dan harganya kurang dari US$ 1 per anak.

Cakupannya masih belum ideal. Pada 2024, hanya 84% anak menerima dosis pertama saat ulang tahun pertama, turun dari 86% pada 2019. Sebanyak 76% menerima dua dosis. Artinya, sekitar 30 juta bayi masih kurang terlindungi pada 2024.

WHO menutup fact sheet dengan peringatan: tanpa perhatian berkelanjutan, capaian yang sudah diraih bisa hilang. Di mana anak tidak divaksin, wabah akan muncul kembali.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News